pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Danny Sebar Pesan Siaga Banjir 30 Januari

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengeluarkan peringatan siaga banjir. Melalui media sosial whatsapp, ia menginstruksikan kepada jajarannya untuk waspada di akhir Januari ini.
Orang nomor satu Makassar itu menyebut, air pasang menuju pasang tertinggi akan terjadi saat fenomena langka supermoom pada tanggal 30 Januari mendatang. Pesan berantai itupun disikapi organisasi perangkat daerah (OPD) pemkot yang berkaitan dengan urusan bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Muh Rusli, membenarkan adanya pesan dari wali kota tersebut. Menurutnya, jauh hari sebelum menerima pesan tersebut, pihaknya telah bersiaga di posko bencana kantor BPBD Jalan Kerung-kerung. Hal itu mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dan rawan menimbulkan genangan serta banjir.
“Saya sudah dapat pesan dari Pak Wali melalui medsos untuk antisipasi dan siaga terjadinya banjir dan air pasang saat supermoon. Sebenarnya, setiap saat kita siaga di posko bencana bersama TRC. Untuk menghadapi banjir dan pasang naik saat supermoon, kesiapsiagaan kita lebih tingkatkan lagi,” kata Rusli, Minggu (14/1).
Selain mempersiapkan sarana dan prasarana, seperti lima perahu karet untuk melalukan evakuasi korban banjir, tenda dan logistik, BPBD Kota Makassar juga telah menyebar relawan di setiap kelurahan. Relawan yang disebar sebagai informan untuk memberikan laporan kondisi yang terjadi di wilayahnya.
“Relawan yang kami punya ada mahasiswa dan pegawai kelurahan. Mereka menjadi informan untuk memberikan laporan tentang kondisi di wilayahnya,” terangnya.
Tak lupa dia meminta kerja sama masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Tidak membuang sampah ke dalam drainase, dan memiliki inisiatif kerja bakti membersihkan saluran air di sekitar tempat tinggalnya.
Dihubungi terpisah, kemarin, Camat Kepulauan Sangkarrang Firnandar Sabar menjelaskan, untuk di wilayahnya telah dibentuk posko bencana. Ia juga telah berkoordinasi dengan seluruh ketua RT/RW guna mengambil langkah antisipasi.
“Pertama, kami semua harus berada dan siaa di lapangan sesuai perintah Pak Wali. Melakukan koordinasi dengan ketua RT/RW. Karena mereka semua sudah dilengkapi dengan sarana komunikasi berupa smartphone. Juga menyampaikan informasi tersebut kepada segenap tokoh masyarakat agar waspada dengan melakukan pemantauan dan melaporkan kondisi di lapangan,” jelas Firnandar.
Hal senada dilakukan Camat Tamalate Hasan Sulaiman. Ia telah menyiagakan posko terpadu bencana.
“Posko terpadu disiagakan 24 jam di kantor kecamatan. Seluruh lurah memantau kondisi terkini di wilayah masing-masing. Masyarakat senantiasa dihimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, utamanya drainase. Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan apabila ada genangan atau ancaman banjir di lingkungannya. Yang tak kalah pentingnya, senantiasa berdoa agar terhindar dari segala bencana,” terang Hasan Sulaiman.
Camat Tallo Andi Zainal Abidin Takko, menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk posko bencana siaga 24 jam. Hal yang sama dilakukan seluruh kelurahan se-Kecamatan Tallo.
”Kami sudah memiliki posko siaga bencana yang siaga 24 jam. Pihak kecamatan selalu siap. Sama halnya dengan kelurahan. Bukan hanya bencana banjir, tapi juga kebakaran,” jelas Andi Zainal Abidin Takko.

Kembali Terendam

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi belakangan ini, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Makassar kembali terendam. Seperti di Jalan Toa Daeng III, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala. Demikian pula di Kompleks Kodam III Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya.
Puluhan rumah yang dihuni 42 kepala keluarga (KK) terendam banjir di Jalan Toa Daeng III. Sementara di Kompleks Kodam III, tercatat ada 67 KK yang rumahnya kebanjiran.
Warga Toa Daeng III yang rumahnya terendam, sebagian telah mengungsi. Mereka menumpang di rumah warga yang belum terdampak banjir. Namun, tidak sedikitny diantaranya yang lebih memilih tetap bertahan di kediamannya sambil berharap air segera surut.
Ketua RT 01, RW 01, Kelurahan Batua, Muh Syafri menyebut, ketinggian air saat ini antara 50 cm hingga 1 meter. Sudah ada yang masuk ke dalam rumah warga dan merendam perabotannya.
“Sebagian sudah ada warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga yang tidak kebanjiran. Ada juga yang tetap bertahan,” ujar Syafri. (arf-jun/rus)




×


Danny Sebar Pesan Siaga Banjir 30 Januari

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar