DENGAN berolahraga tubuh akan sehat. Jarang melakukannya, seseorang bisa terserang aneka jenis penyakit. Apalagi yang kesehariannya bergelut dengan rutinitas di kantor.
Laporan: Rahmawati Amri
BAGI Andi Arwin Azis, olahraga sudah menjadi kebutuhan. Sehari tak melakoninya, badannya akan terasa berat. Di tengah aktifitas yang sangat padat, dia selalu berusaha untuk meluangkan waktu untuk membakar kalori. Tak heran, postur badannya cukup proporsional.
Soal jenis olahraga yang kerap dilakukannya, lelaki yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel itu cukup tertantang dengan yang cukup ekstrem, yakni offroad. Selain itu, saat ini, lelaki kelahiran 5 Januari 1976 tersebut juga intens menekuni olahraga lari.
Khusus di kalangan offroader di daerah ini, nama Andi Arwin cukup dikenal. Dia tercatat sebagai Ketua International Offroad Federation (IOF) Makassar.
Tentang kecintaannya pada olahraga menantang ini, banyak nilai positif yang diambilnya. Bukan hanya untuk menyalurkan hobi, tapi ia juga bisa menjajal serta menguji keterampilan dan ketangkasan melewati medan menantang. Selain itu, Arwin juga bisa menikmati pemandangan alam, sekaligus memuji kebesaran Tuhan.
Selain menjajal medan-medan berat di wilayah Sulsel, Arwin bersama para penggemar offroad lainnya kerap mengikuti berbagai event di luar daerah. Ia sudah pernah menjajal sejumlah daerah yang terkenal dengan medannya yang menantang, termasuk yang ada di wilayah Sulawesi Barat.
Bukan sebatas berolahraga. Ia bersama rombongan juga kerap melakukan kegiatan sosial di setiap ekspedisinya. Minimal membagi-bagikan sembako kepada masyarakat yang wilayahnya dilewati. Termasuk memberi bantuan sumbangan bagi pembangunan masjid maupun sekolah.
Banyak yang mengatakan bahwa untuk menggeluti hobi offroad, modal yang mesti disiapkan cukup besar. Sebab harus memiliki mobil yang dimodifikasi untuk medan yang menantang. Namun, Arwin menyebut anggapan itu tidak sepenuhnya benar. “Paling modal disiapkan adalah mobil tua yang direstorasi,” ujarnya.
Dia melanjutkan, biaya yang disiapkan untuk restorasi pun tergantung kemampuan dan kebutuhan pemiliknya. Apalagi jika mobil yang direstorasi jenis terkenal seperti Toyota dan Suzuki yang onderdilnya tidak terlalu mahal di pasaran.
Tak jarang, komunitas offroad punya kemampuan dan kreatifitas melakukan modifikasi sparepart kendaraan. “Jadi, menggeluti offroad tidak harus mengeluarkan biaya yang besar,” jelasnya.
Mengenai ketertarikannya pada olahraga lari yang saat ini sedang gencar-gencarnya digeluti, diakui karena olahraga tersebut cukup simpel. Apalagi, bagi orang seperti dirinya yang memiliki banyak kesibukan.
Olahraga lari saat ini cukup tren di kalangan masyarakat. Termasuk di kalangan anak muda yang punya aktifitas tinggi, namun tetap ingin menjaga kebugaran tubuhnya.
Walaupun terlihat cukup simpel, namun untuk menekuni olahraga ini, apalagi menjadi runners, bapak tiga anak ini mengaku memiliki tahapan. Mulai berlari dengan jarak yang pendek. Kemudian setelah dirasakan stamina baik, secara perlahan dia mulai menjajal jarak yang jauh.
“Jadi waktu baru mulai, jarak pendek dulu. Satu atau dua kilometer. Kemudian terus latihan, hingga akhirnya kuat berlari hingga 10 kilometer. Bahkan sekarang mulai menjajal sampai 20 kilometer, ” sebutnya.
Bukan hanya sebatas melakoni lari sebagai aktifitas olahraga. Saat ini Arwin mulai melirik berbagai event kejuaraan lari, baik di dalam maupun luar negeri. (*/rus)

