MAKASSAR, BKM– Lima Bakal Calon Rektor Universitas Hasanuddin hari ini, Rabu (24/1) beradu visi dan misi dan program kerja di Baruga AP Petta Rani, Kampus Unhas. Kegiatan yang dihadiri seribu audiens dan tamu undangan tersebut sebagai tahapan di penyaringan Calon Rektor Periode 2018–2022 pada Rabu, (24/1).
Lima bakal calon rektor yakni petahana Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, Dr Ir Muh Ramli, MT, Prof Dr H Hamka Naping, MSi, Prof Dr H Muhammad Yunus Zain, Prof Abrar Saleng.
Pada sesi pemaparan visi, misi, dan program kerja, masing-masing bakal calon rektor akan mempresentasikan kertas kerja dihadapan tim panelis dan civitas akademik.
Pemaparan disaksikan para panelis yaitu Prof Dr Ir Djoko Santoso, M.Sc mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, yang akan memberikan ulasan dari sisi pencapaian World Class University. Prof Dr Ir Radi A. Gany, Rektor Unhas periode 1997 – 2006, akan memberikan ulasan dari sisi peran universitas dan kemandirian lokal dan Prof Dr Dadang Ahmad Suriamihardja, M.Sc, mantan Wakil Rektor Bidang Akademik periode 2006 – 2014, akan memberikan ulasan dari sisi tata kelola perguruan tinggi berbasis Good University Governance.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penyaringan Calon Rektor Unhas, Prof Dr H Hafied Cangara, MS mengatakan, masing-masing panelis akan bertanya sesuai tupoksi di bidang masing-masing, sehingga para bakal calon akan diuji mental dan pengetahuannya.
“Ketiga panelis ini akan menguji kemampuan visi-misi dan program kerja para calon sesuai ulasan yang mereka paparkan, dan ketiga sudah diatur sesuai bidangnya,” ujarnya.
Setelah acara pemaparan visi, misi, dan program kerja selesai, sebanyak 86 orang anggota Senat Akademik akan memberikan suara melalui mekanisme voting, dengan prinsip ‘one man one vote’, untuk memilih bakal calon rektor yang akan ditetapkan sebagai calon rektor. Sebanyak tiga bakal calon rektor yang memperoleh suara terbanyak selanjutnya akan ditetapkan sebagai Calon Rektor Unhas Periode 2018 – 2022.
“Diharapkan akan selesai pada sore hari yang sama. Nanti calon rektor yang dipilih oleh Senat Akademik selanjutnya akan diteruskan kepada Majelis Wali Amanat (MWA), yang akan segera mempersiapkan rapat pleno Pemilihan dan Penetapan Calon Rektor Unhas menjadi Rektor Unhas,” bebernya.
Sementara itu, Bakal Calon Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu menyatakan akan melanjutkan program kerjanya yang belum selesai dan kembali membenahi yang perlu dibenahi di Unhas.
“Kalau kita lihat perkembangan belakangan ini, itu sangat terasa. Geliat akademik yang sangat baik di semua level, dari level pimpinan, level dosen, para guru besar, bahkan para mahasiswa. Jadi kalau saya hanya tekankan ‘kerja’,” ujarnya.
Bakal Calon Rektor Unhas Dr Ir Muh Ramli, MT, juga tengah mempersiapkan program kerja yang ia tawarkan dihadapan anggota senat, bagaimana menciptakan kerja cepat dan efesien yang sesuai dengan latar belakangnya.
“Semua sudah dipersiapkan, dan saya memiliki strategi sendiri yang bakal saya paparkan di hadapan anggota senat dan panelis mengenai rancangan merubah unhas jauh lebih baik,” ucapnya.
Begitupun Bakal Calon Rektor Prof Dr H Hamka Naping, MSi menuturkan bakal mempaparkan mengenai program kerjanya untuk menjadikan Unhas sebagai kiblat pengembangan pusat pengetahuan ilmu kelautan.
“Saya punya visi misi pengembangan membangun unhas, untuk dilirik seluruh indonesia dan internasional, bahwa Unhas sebagai pusat oengembangan ilmu kelautan, saya mau tidak ada yg mengakui predikat sipil tanpa memperoleh ilmu di unhas,” bebernya.
Sedangkan Bakal Calon Rektor Prof Dr H Muhammad Yunus Zain menuturkan, bakal merubah seluruh kualitas pengajar yang di unhas, yang belum bagus dan menggupaykan agar akreditasi unhas semua fakultas bisa tembus internasional.
“Satu yang mungkin bisa saya tekankan nanti, bahwa saya ingin membangun kualitas untuk jauh lebih baik kedeannya dan semua fakultas bisa terakreditasi internasional,” katanya.
Sementara itu, Bakal Calon Rektor Prof Abrar Saleng menyatakan, akan mempaparkan mengenai berbagai perubahan ketika ia terpilih nantinya, baik yang belum dikerjakan rektor sebelumnya dan membangun Unhas jauh lebih matang di Indonesia Timur.
“Saya sudah mempersiapkan program kerja saya untuk besok, saya yakin perubahan-perubahan yang saya tawarkan akan merubah Unhas lebih ke arah positif,” singkatnya.(ita)

