pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

ASN Nyambi Jadi Draiver Daring Terancam Disanksi

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar mulai menelusuri dan mencari aparatur sipil negara (ASN) yang nyambi atau bekerja sampingan sebagai draiver transportasi dalam jaringan (daring). Pemkot Makassar mengimbau ASN untuk tidak ikut terlibat menjadi driver daring.

Alasanya, selain mengganggu tugas-tugasnya sebagai aparatur negara dalam melayani warga, mereka dipastikan lebih fokus mengejar target untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak daripada penghasilannya sebagai ASN.
Parahnya lagi, saat ini Kota Makassar telah dipenuhi mobil-mobil baru yang rata-rata bekerja sebagai draiver transportasi daring, sehingga kuota sudah membludak.
“Jangan sampai ASN lebih mementingkan jadi driver. Kalau semua jadi driver siapa yang melayani warga dalam urusan administrasi,” tegas Sekretaris BKPSDM Kota Makassar Basri Rakhman, Jumat (26/1).
Ketegasan itu dikeluarkan BKPSDM Kota Makassar, jelas Basri, karena menyusul maraknya informasi ASN nyambi sebagai driver transportasi daring.
” Kalau kami temukan ASN, termasuk yang masih berstatus kontrak nyambi sebagai draiver tranportasi daring, khususnya di jam-jam kantor pasti kita berikan sanksi. Sanksinya kita lihat seberapa sering melakukan pelanggaran,” sebut Basri.
Adapun sanksi yang pasti diberikan, kata Basri, mulai sanksi ringan, sedang, dan berat. Dimana sanksi ringan berupa teguran lisan dan tulis diberikan bagi ASN yang sebelumnya tidak pernah melakukan pelanggaran. Sanksi sedang berupa penundaan kenaikan pangkat, dan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) selama satu tahun diberikan ke ASN yang sudah sering melakukan pelanggaran. Dan jika belum berubah, maka naik ke tingkat sanksi berat berupa pengusulan pemecatan.
Lebih jauh, kata Basri, ASN yang nyambi sebagai supir transportasi daring bukan alasan kurang mampu, karena kalau dia tidak mampu kenapa bisa beli mobil.
Terpisah, Kaharuddin salah satu ASN yang bekerja di Pemerintah Kota Makassar mengaku, sebagai ASN golongan dua, banyak waktu yang senggang sehingga lebih baik menjadi driver daring. Itupun dilakoninya saat lepas dari aktivitasnya sebagai ASN.
“Mula mula yang bikin tertarik ya pendapatannya, kalau sore hari habis absen aplikasi driver saya langsung aktifkan. Saya layani penumpang dari sore hingga tengah malam. Saya bisa mendapatkan uang tunai Rp250 ribu, ditambah bonus dari perusahaan daring bisa sampai Rp250 ribu jadi dalam sehari pendapatan saya Rp400-500 ribu,” jelas Kaharuddin.
Hal serupa juga dikatakan seorang aparat kepolisian yang tidak ingin namanya disebutkan. Dirinya mengaku pendapatan menjadi driver daring memang cukup besar.
“Pendapatannya tentunya menjadi alasan orang mau bergabung,” tambahnya. (arf-jun)



×


ASN Nyambi Jadi Draiver Daring Terancam Disanksi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar