MAKASSAR, BKM–Sistem pendidikan saat ini ternyata tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga dampak negatif.
Dampak positifnya, banyak pengetahuan yang bisa diserap siswa dibandingkan siswa era 90-an. Hanya saja, dampat negatifnya yakni siswa membawa tas berat berisi buku dan alat sekolah lain.
Mereka mungkin membutuhkan semua dan peralatan tersebut, namun membawa tas berat di punggung bisa berdampak berbahaya bagi kesehatan.
Bahkan, ada sejumlah anak laki-laki yang harus dioperasi karena tulang belakangnya rusak karena terlalu sering memikul beban berat di pundaknya.
Salah satu orang tua siswa SDN Gaddong, Marlia mengatakan jika anaknya sering merasakan sakit dipunggungnya jika membawa barang yang cukup banyak dalam tasnya. Ia mengatakan jika anaknya, Eci kerap mengeluh sakit sepulang sekolah jika membawa tas dengan banyak buku-buku pelajaran ke sekolah.
Hal ini dikatakan Marlia saat Eci dulu masih berada di semester-semester awal, dan belum ada rosternya. “Jadi sekarang itu kan ada mi rosternya, jadi saya suruh ki anakku untuk selalu perhatikan rosternya, jangan selalu banyak na bawa buku. Secukupnya saja supaya tidakberpengaruh ke tulang belakangnya,” kata ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Pajenekang ini.
Hal yang sama dikatakan oleh salah satu orang tua siswa yang anaknya bersekolah di MIN Bontosunggu, Mulyati. Mulyati tak munafikkan jika membawa banyak buku dan barang lain dalam tas siswa memang bisa mempengaruhi tulang belakang anak. Makanya ia melarang anaknya membawa buku banyak-banyak.
Wanita yang beralamat di Jalan Barombong, Gowa ini mengatakan, jika ia selalu memarahi anaknya jika membawa tas dengan banyak barang. Oleh karenanya, ia sendiri lah yang membawakan tas anaknya tersebut ke sekolah. “Kan dekat ji jaraknya sekolah, jadi kalau lagi banyak mau na bawa lebih baik saya bawakan saja tasnya,” ucap orang tua Nur Aisyah tersebut.
Orang Tua Keluhkan Anaknya Membawa Tas Berat
×

