MAKASSAR, BKM — Tahun ini, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di tingkat SMU/SMK sederajat secara keseluruhan sudah berbasis komputer (UNBK).
Seluruh sekolah tentunya sudah harus mempersiapkan berbagai sarana maupun fasilitas penunjang untuk pelaksanaan UNBK. Namun, tetap saja ada sekolah yang dipastikan tidak mampu melaksanakan ujian karena beberapa kondisi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo mengemukakan, pihaknya sudah mendata sekolah-sekolah yang tidak bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Alasannya, karena sekolah tersebut tidak punya sarana listrik maupun internet. Khususnya di sekolah-sekolah yang berada wilayah terluar Sulawesi Selatan.
Selain itu, sekolah dengan jumlah siswa dibawah 20 orang, sesuai aturan, tidak bisa menyelenggarakan UN berbasis komputer. Para siswa tersebut akan diarahkan untuk mengikuti UNBK di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
Saat ini, kata lelaki yang akrab disapa None ini, sudah ada 15 sekolah remote area yang tak mampu menggelar UNBK. Sekolah itu harus difasilitasi melaksanakan ujian di sekolah terdekat yang memiliki fasilitasi untuk menggelar UNBK.
“Sudah ada 15 sekolah yang melaporkan yang harus difasilitasi untuk melaksanakan UNBK. Karena di sekolahnya, sama sekali belum ada listrik dan jaringan internet, ” katanya kepada BKM, Jumat (2/2).
Dia juga menegaskan, untuk sekolah dengan jumlah siswa yang akan menggelar ujian tidak cukup 20 orang, harus melaksanakan di sekolah lain. Baik sekolah itu berstatus negeri maupun swasta.
Sejauh ini, lanjutnya, persiapan untuk penyelenggaraan UNBN sudah cukup matang. Karena tidak lagi menggunakan naskah, artinya UN tahun ini tidak ada lagi pencetakan soal ujian.
“Kami upayakan tahun ini tidak ada lagi pencetakan naskah ujian. Sebagai siswa harus menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK, ” ungkap lelaki yang akrab disapa None itu.
UNBK dipastikan bisa mengefisiensikan anggaran ujian nasional. Mulai pencetakan naskah ujian, pengamanan dan pengawalan, hingga distribusi naskah ke kabupaten/kota, hingga yang terpencil sekalipun.
Dia melanjutkan, berbeda dengan UNBK tahun 2017 lalu, tahun ini, model soal cukup berbeda. Selain ada multiple choice alias pilihan ganda, soal juga disajikan dalam bentuk esai.
Karena itu, dia mengimbau kepada siswa untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi UNBK tahun ini yang rencananya akan dilaksanakan Maret mendatang.
Data dari Disdik Sulsel, tahun ini, lebih seratus ribu siswa akan mengikuti UNBK. Sebanyak 39 ribu merupakan siswa SMK, dan sisanya adalah siswa SMA.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Kejuruan, Ruslim, menjelaskan kesiapan siswa SMK menghadapi UNBK tahun ini sudah 100 persen. Tidak ada persoalan berarti yang ditemukan dalam sarana dan prasarana.
“Tahun lalu kan, SMK juga sudah 100 persen mengikuti UNBK. Jadi tahun ini tentu sudah tidak ada persoalan, ” ungkap Ruslin.
Sama dengan SMA, bagi SMK baik swasta maupun negeri dengan jumlah siswa dibawah 20 orang, tidak bisa menggelar UNBK di sekolah. Siswa harus melaksanakan ujian di sekolah yang telah ditunjuk Dinas Pendidikan.
Sementara siswa SMA/Madrasah Aliyah yang akan ikut ujian tahun ini, berdasarkan data sementara yang masuk sebanyak 67.900 siswa berasal dari sekolah negeri dan 24.510 daei sekolah swasta. Total siswa SMA/MA yang ikut UNBK tahun ini sebanyak 92.390 siswa yang tersebar di 989 sekolah baik negeri maupun swasta. Menurut rencana, UNBK akan digelar pada bulan April mendatang. (rhm)
Kurang 20 Siswa, Sekolah tak Bisa Selenggarakan UNBK
×

