pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dipasarkan Lewat Medsos, Untung Rp7 Juta Sebulan

BANYAK kejadian menarik yang telah dialami Rusdi kala menjual bandeng tanpa tulangnya. Suka dan duka pun sudah ia temui. Sampai saat ini ia tetap menjalaninya, dan masih banyak harapan yang ingin diwujudkannya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

SUATU hari ia harus menanggung rugi karena merasa ditipu oleh pedagang bandeng. Selama ini banyak yang ia tempati untuk mendapatkan bandeng segar untuk kemudian dibuang tulangnya. Salah satunya di sekitaran Pelabuhan Paotere.
Saat itu ia membeli lumayan banyak ikan. Penjualnya bilang bahwa itu merupakan ikan segar yang baru saja diambil dari tambak. Tak tahunya itu ikan yang telah lama alias tak segar lagi.
Rusdi pun memilih untuk tak mau menjualnya, karena takut pelanggannya kecewa. Akhirnya, ia mengonsumsi sendiri ikan tersebut.
Pernah juga ia dikomplain oleh konsumen. Saat sedang mangantarkan ikannya ke pelanggan, konsumen tersebut malah mengeluh. Kataya ikan itu masih ada beberapa tulangnya.
“Iya, pernah ditegur konsumen. Dia bilang kalau di dalam ikan itu masih ada dua atau tiga tulang yang tersisa. Tapi untung dia mengerti waktu itu kalau ini dikerjakan oleh manusia,” katanya sambil sedikit tertawa.
Rusdi dikenal sebagai penjual bandeng tanpa tulang yang benar-benar menjaga kualitas jualannya. Saat mencari ikan, ia benar-benar menginginkan yang segar. Tak mau ia menjual ikannya yang telah disimpan satu malam. Baginya, kepuasan pelanggan adalah yang utama.
Kebanyak pembelinya adalah pengguna sosial media. Ya, karena ia lebih banyak memasarkan bandengnya melalui media sosial (medsos) seperti Facebook dan Whatsapp. “Kebanyakan pelanggan saya memang dari sosial media. Tapi adaji juga di sekitar rumah sini yang beli. Teman-teman juga,” kata Rusdi.
Harga yang ia tawarkan ke pelangganpun cukup terjangkau. Untuk bandeng ukuran besar, hanya Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per ekornya. Sementara yang lebih kecil dijual Rp8 ribu.
Pemasarannyapun unik. Ia rela mengantarkan bandengnya langsung ke rumah pelanggan. Sistemnya delivery. Namun untuk sistem delivery ini, ia menjual bandengnya per paket. Untuk satu paket dengan 5 ekor bandeng, dihargai Rp70 ribu. Berbeda jika datang langsung ke lokasinya. Membeli satu atau dua ekor tak masalah.
Saat ini ia telah menjajakan bandengnya ke berbagai tempat. Ada di beberapa perusahaan catering, di sekolah-sekolah, di restoran, warung makan, sampai rumahan. Bahkan pernah sampai ada yang ke Jakarta, Kendari, dan Papua.
Omzetnya pun dibilang lumayan. Setiap bulannya, Rusdi bisa mendapat keuntungan minimal Rp7 juta.
Harapan yang masih ingin ia capai adalah membangun rumah makan sendiri. Ia mengatakan, di suatu saat nanti dirinya tidak hanya menjual bandeng. Melainkan bisa juga menjual sop saudara, dan aneka makanan ikan lainnya.
“Saya berharap suatu saat ada orang yang mengajak join untuk buka usaha bareng,” harap Rusdi. (*/rus/b)



×


Dipasarkan Lewat Medsos, Untung Rp7 Juta Sebulan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar