pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sempat Suaminya Kurang Nyaman Karena Lebih Banyak Diluar

SEBAGAI seorang dokter yang bertugas 24 jam di puskesmas, dr Nur Rahma sempat mendapat perlawanan dari sang suami. Suaminya tidak rela jika Nur Rahma lebih banyak menghabiskan waktunya diluar bersama pasien daripada keluarganya.

Laporan: JUNI SEWANG

Tapi waktu terus berlalu, perlawanan sang suami mulai kendor. Bahkan wanita cantik ini mengaku suaminya akhirnya memahami pekerjaannya. “Kalau ada tindakan emergency tengah malam terkadang suami yang mengantar. Apapun kegiatan saya di rumah tidak pernah jauh dari namanya handphone. Awal awalnya suami kurang nyaman, lambat laun akhirnya terbiasa dan akhirnya mendukung,” ungkap dr Nur Rahma.
Ia mengaku, sebagai seorang dokter haruslah sering berdoa, supaya tetap diberikan hati yang lapang dan keikhlasan dalam bekerja. Dokter juga harus memiliki kekuatan spiritual yang baik, sehingga tetap melakukan pekerjaan dengan baik. Sedangkan sang suami, harus sering-sering berdoa untuk memberikan kekuatan kepada sang dokter dalam menjalankan profesinya.
Selain itu, tugas suami juga harus menjadi tulang punggung keluarga selama istrinya menjalani tugasnya. “Kami berdua seringkali berdoa agar semua pekerjaan yang dijalankannya termasuk suami saya diberi kelancaran,” ujar Nur.
Lebih jauh, kata Nur kepada penulis, menjadi dokter bukanlah perkara mudah. Bagaimana tidak, profesi ini mengandung banyak risiko, salah satunya menyangkut nyawa dan keselamatan seseorang.
Bahkan sebelum bertugas sebagai dokter umum di Puskesmas Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, ibu rumah tangga kelahiran Polman 25 Septemer tahun 1984 ini mengeyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tahun 2009.
Memulai karir dokternya bertugas di salah satu klinik di Kota Makassar, kemudian mengabdikan diri sebagai dokter umum di Puskesmas Bangkala.
Bukan hanya bertugas di dalam ruang pelayanan saja, dr Nur Rahma juga bertugas sebagai dokter Home care. Home care adalah pelayanan ke rumah-rumah warga.
Ia selalu berkoordinasi dengan perawat dalam memberikan pelayanan ke rumah warga. Kesibukannya sebagai dokter dan petugas home care tidak terbatas waktu, terbukti dirinya memiliki aturan waktu 1×24 jam. Bahkan alat komunikasinya tidak diperbolehkan non aktif.
“Sudah menjadi tanggung jawab seorang dokter untuk memberikan tindakan medis, sebagai dokter puskesmas saya juga bertanggung jawab mengobati pasien yang terbaring di rumah-rumah mereka. Setiap hari saya menyusuri lorong-lorong dan jalan menggunakan mobil Dottoro ta,” ujar Nur Rahma.
Pada malam hari, kadangkala ia bertugas hingga pukul 21.00. Tapi jika ada tindakan home care atas laporan petugas perawat, ia langsung menuju lokasi,” jelas dr Nur Rahma.
Memiliki tanggung jawab diluar dari profesinya sebagai dokter, dr Nur Rahma juga memiliki keluarga kecil. Iamemiliki suami dan satu orang anak yang harus ia urus.
“Anak saya satu orang, sekarang sudah masuk umur 12 tahun. Meski sibuk dengan pekerjaan, saya tetap memperhatikan keluarga,” katanya.
Kepada penulis, Nur Rahma juga menceritakan kalau menjadi dokter umum memang menantang, selain dari segi beban kerja amat berat karena dalam sehari pasien yang harus puluhan pasien di puskesmas dan rumah-rumah warga juga harus melakukan pemeriksaan komprehensif.
“Menjadi dokter Home care menurut pengalaman saya selama ini yang kerap terkendala hanya Sistem Rujukan Terpadu, banyak pasien setelah diperiksa harus dirujuk namun bukan warga kota Makassar. Jadi semua surat kelengkapannya kita uruskan dulu karena rumah sakit yang ditujukan rujukan tidak mau menerima rujukan kalau surat surat tidak lengkap, sedangkan kami petugas home care tidak mungkin tidak merujuk pasien kalau memang harus dirujuk,” jelas dr Rahma. (jun)



×


Sempat Suaminya Kurang Nyaman Karena Lebih Banyak Diluar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar