KOMPETISI bukanlah sebuah hal mudah untuk dilalui. Pemenangnya tidaklah orang sembarangan. Ia pasti memiliki pengetahuan dan mental yang tak lemah.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
MEMBAWA nama baik daerah dalam sebuah ajang, tentulah prestasi yang membanggakan. Seperti itulah yang dirasakan Muhammad Akbar Faisal.
Pria asal Makassar ini menjadi wakil Sulawesi Selatan pada Pemilihan Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2018. Dalam pemilihan tersebut, Akbar berhasil menjadi First Runner Up Putera Pendidikan 2018.
Salah satu penghargaan dalam ajang paling bergengsi pemilihan Duta Pendidikan Indonesia ini, diraihnya dengan menyisihkan kontestan lainnya dari Aceh sampai Maluku. Hal ini membuat nama Sulsel di tingkat penghargaan pendidikan nasional mendapat citra yang cukup baik.
Pria yang akrab disapa Akbar ini, lahir di Makassar, 26 Agustus 1994. Putra pasangan Faizal Doel Hadji dan Andi Herlina ini tinggal di kompleks perumahan Yayasan Kantor Gubernur, Paccerakkang, Daya. Ia merupakan alumni STMIK AKBA Makassar.
Sebelum mengikuti pemilihan Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2018, Akbar terlebih dahulu mengikuti pemilihan ajang Putera Puteri Pendidikan Sulawesi Selatan, perwakilan Kabupaten Gowa. Pesertanya adalah perwakilan seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Ia berhasil terpilih sebagai Putera Pendidikan Sulsel kala itu.
Setelah terpilih, Akbar pun diikutkan dalam pemilihan Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2018 di Bandung, tepatnya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 2 Maret 2018. Dengan saingan yang begitu kompetitif, Akbar berhasil meraih salah satu penghargaan dalam ajang tersebut.
“Pemilihan Putera Puteri Indonesia diikuti oleh 34 provinsi yang ada d Indonesia. Pesertanya mulai dari Aceh sampai Maluku dan Maluku Utara. Semuanya mengirimkan wakil terbaiknya. Tapi Alhamdulillah, Sulawesi Selatan berhasil menjadi First Runner Up Putera Pendidikan 2018,” jelas Akbar.
Dalam kegiatan ini, Akbar dikarantina selama tiga hari. Disana, semua kontestan diikutkan dalam berbagai rangkaian even. Antara lain materi soal pendidikan, sport competition, speech competition, smart competition, Ujikom dan Talent Show. Terakhir, pada malam grand final, ada sesi National Costume.
Dengan raihan ini, Akbar diberikan kebebasan untuk melakukan program yang diinginkan. Tentu saja kaitannya untuk membuat pendidikan di Indonesia yang jauh lebih baik lagi. Karena memang salah satu tujuan Putera Puteri Pendidikan Indonesia adalah memperbaiki kualitas pendidikan di negeri ini.
Akbar mengajukan program kampanye soal kekerasan dan pendidikan. Ia menamainya Kampanye #NOLKEKERASAN. Kampanye yang akan disuarakan Akbar ini akan dilakukan dalam waktu dekat. (*/rus/b)

