pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Oknum Guru Diduga Cabuli Sembilan Muridnya

BANTAENG, BKM — Apa yang dilakukan Jh ini ibaratnya pagar makan tanaman. Oknum guru sebuah sekolah dasar di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng itu diduga mencabuli sembilan orang muridnya.
Kesembilan anak tersebut, masing-masing, Ri (8), Ba (12), Wa (13), Sa (13), Ju (12), Im (10), Ja (15), Co (14), Yu (14). Tiga diantanya sudah tamat, yakni Ja, Co, Yu. Identitas terduga korban diketahui melalui Ismail, salah seorang guru.
Ketua Komite Sekolah Muh Saleh, Senin (5/3), mengatakan, salah satu anak bernama Ba sudah didampingi melapor ke Polres Bantaeng. Namun, kata dia, menurut polisi, kesaksian Ba lemah karena tidak ada hasil visum dokter.
Saat menerima tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perlindungan Anak Bantaeng, Saleh mengumpulkan anak-anak yang diduga menjadi korban.
Tim dipimpin St Ramlah, Kepala Seksi Pemenuhan Hak dan Tumbuh Kembang Anak pada Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, melakukan wawancara dengan anak-anak tersebut.
Ramlah didampingi Komisi Perlindungan Anak (KPA) Bantaeng Hartuti, melakukan wawancara di ruang tertutup. Tujuannya, menggali keterangan dari anak perihal kasus yang menimpanya.
Ketua komite mengatakan, terungkapnya kasus ini dikarenakan salah seorang murid yang nakal, mengempiskan ban sepeda sejumlah murid. Namun, murid tersebut tidak ditindaki dan terkesan dilindungi oknum guru Jh.
Dipaparkan ketua komite, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru. Akhirnya, kata dia, kepsek menyetujui dilaksanakan rapat untuk membahas kasus ini.
Sementara oknum guru terduga, lanjut Saleh, tidak datang mengajar. Namun, kata Saleh, Jh mengakui perbuatannya tapi hanya mencabuli dua orang. “Hanya dua orang yang diakui Jh”, ungkapnya.
Menurut Hartuti, jika ditemukan bukti kuat dari hasil investigasi ini, pihaknya akan melaporkan secara resmi ke polisi. “Nanti kami sampaikan hasilnya,” katanya.
Ditambahkan Saleh, bahwa kasus ini sebenarnya sudah ada guru yang tahu tapi tidak mau buka mulut. “Ada guru lain yang tahu kasus ini tapi tidak mau bicara. Makanya, setelah saya dapat identitas korban, saya langsung sampaikan ke kepsek untuk segera dirapatkan”, bebernya.
Kepala Desa Tombolo Syarifuddin, mengaku kaget setelah mendapat laporan dari Babinsa yang bertugas di wilayahnya. “Saya tidak tahu. Makanya saya kaget setelah Pak Babinsa menelepon,” ujarnya.
Dikemukakan Hartuti, ada delapan anak yang sudah memberikan keterangan. Terungkap, oknum guru memberi imbalan uang Rp2.000. Satu anak yakni Im, tidak datang.
Ironisnya, kata Hartuti, selain di kamar mandi, oknum guru juga pernah melakukan di dalam kelas disaksikan semua murid yang ada di kelas tersebut.
Kabid Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Miftahuddin, mengaku segera menemui oknum guru tersebut. (wam/rus/b)



×


Oknum Guru Diduga Cabuli Sembilan Muridnya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar