MAKASSAR, BKM — Sebuah video berdurasi tiga menit beredar viral di media sosial dalam dua hari terakhir. Isinya, seorang perempuan mengamuk di loket pelayanan sebuah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Setelah ditelusuri, peristiwa ini berlangsung, Senin (5/3) pagi di Puskesmas Pattingalloang, Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Wanita yang mengamuk disebutkan sebagai istri sah seorang oknum polisi. Yang jadi sasaran amuknya adalah seorang perempuan, diduga sebagai wanita idaman lain (WIL) dari suaminya. WIL tersebut bekerja di Puskesmas Pattingalloang.
Wanita berambut panjang dan berbaju putih itu datang bersama tiga wanita lainnya. Ia langsung masuk ke dalam ruang loket pelayanan dan melabrak WIL suaminya. Pertengkaran hebat pun terjadi. Saling umpat diantara mereka tak terelakkan. Salah satu diantaranya merekam apa yang terjadi di tempat ini dengan menggunakan gawai.
”Kamu pelakor (perebut lelaki orang),” teriak perempuan yang diduga istri sah itu sambil menjambak rambut wanita sasarannya.
Bukannya mengalah, wanita berkerudung yang diserang dan tengah melaksanakan tugas di loket, langsung bereaksi. Dia berdiri dan memberikan perlawanan. Sejumlah pegawai puskesmas, baik laki-laki maupun perempuan langsung melerai.
Wanita penyerang kemudian dibawa keluar ruangan. Sementara yang diserang dibiarkan berada dalam ruangan. Pintu loket pelayanan kemudian ditutup. Peristiwa ini menjadi tontonan warga yang tengah berada di puskesmas.
Kepala Puskesmas Pattingalloang dr Nurhayati, tidak menampik peristiwa yang terjadi di tempat kerjanya. Ia tak bisa menyembunyikan rasa kesal dan malunya, sebab kejadian tersebut berlangsung pada lingkungan kerja di bawah naungan pemerintah.
”Kejadiannya kemarin pagi (Senin, 5/3) di ruang loket pasien. Saya ada di lantai dua. Katanya, ada empat perempuan datang mencari pegawai yang ada di sini. Dia ini pegawai magang. Sudah bekerja sebelum saya jadi kepala puskesmas di sini,” terang dr Nurhayati, kemarin. Pegawai sukarela tersebut berinisial Inr.
Mendengar suara ribut-ribut dari lantai satu, dr Nurhayati kemudian turun. Mengetahui pertengkaran itu, langkah pertama yang diambil adalah melapor ke polisi.
”Saya melaporkan empat orang yang berbuat onar. Saya tidak melihat apa dasarnya mereka berbuat seperti itu. Bukan urusan saya. Yang saya permasalahkan, kenapa harus di kantor. Kenapa tidak di rumahnya,” cetus dr Nurhayati lagi.
Ia menambahkan, ada indikasi untuk sengaja mempermalukan seseorang dalam kejadian ini. ”Wanita itu masuk dan berteriak-teriak. Kakaknya yang videokan. Saya sudah laporkan ke polisi. Sudah dibuatkan berita acara. Polisi masih persuasif. Katanya, kalau terulang lagi akan ditindak tegas. Tapi saya sampaikan, ini harus diproses. Kalau tidak ditindaklanjuti, saya lapor ke polda,” tegasnya.
Selain mengadukan kasus ini ke polisi, langkah tegas yang diambil adalah memecat dan memberhentikan pegawai magang tersebut.
”Saya juga laporkan ke dinas (Kesehatan). Karena dinas juga sudah tahu kejadian ini melalui video yang beredar. Saya suruh keduanya datang ke dinas untuk menjelaskan kronologisnya. Karena saya tidak melihat langsung kejadiannya,” jelasnya.
Usai kejadian menghebohkan itu, Inr tidak lagi masuk kantor pada hari Selasa (6/3). ”Dia sempat tidak masuk kantor. Padahal saya dimintai pertanggungjawaban dari dinas. Saya suruh cari dia. Akhirnya didapat. Dia kemudian ke kantor dinas,” terangnya lagi.
Pada jam yang telah ditentukan, Inr datang ke kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar, kemarin. Ia bersama laki-laki yang disebutkan punya hubungan khusus dengannya.
Keduanya bertemu dengan Sekretaris Dinkes dr Tasmin. Pertemuan berlangsung di ruang kerja sekdis sekitar pukul 15.00 Wita. Tak lama kemudian datang Kepala Puskesmas Pattingalloang dr Nurhayati. Pembicaraan berlangsung tertutup.
Sekdis dr Tasmin yang ditemui usai pertemuan, menjelaskan pengakuan keduanya. ”Mereka mengakunya teman bisnis. Tidak ada hubungan apa-apa. Ini menurut pengakuan yang perempuannya,” jelas dr Tasmin.
Meski begitu, dr Tasmin tetap bertanya soal hubungan spesial keduanya dan bagaimana kejadian di puskesmas. ”Menurut penjelasan yang laki-lakinya, dia polisi dan sudah berpisah dengan istrinya. Secara agama sudah talak satu dan sudah mengembalikan perempuan itu ke orang tuanya. Katanya, polisi susah cerai. Tiga kali melapor, namun tidak dikabulkan. Tidak cukup bukti katanya,” terang Sekdis. (jun/rus)
Diduga Pelakor, Pegawai Puskesmas Dipecat
×

