pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Aktif Berbagi Ilmu di Berbagai Kampus

MENJADI sebuah kebahagiaan tersendiri jika seseorang yang memiliki ilmu, mampu membaginya dengan orang lain. Selain bernilai ibadah, juga mendatangkan manfaat. Hal itu diyakini oleh seorang M Iqbal S Suhaeb.

Laporan: Rahmawati Amri

SEJAK kecil, Iqbal dididik untuk menjadi mandiri dan mengutamakan pendidikan. Pokoknya, sekolah nomor satu.
Kala masih duduk di bangku kelas V SD, ibunya dipanggil menghadap Sang Khalik. Otomatis, anak kelima dari sembilan bersaudara ini dituntut untuk bisa mengurus diri sendiri.
Hal itu cukup beralasan, sebab Iqbal merupakan anak seorang birokrat kepala daerah. Keseharian ayahnya sangatlah sibuk.
Oleh sang ayah, Iqbal selalu ditekankan untuk bersekolah dan belajar sungguh-sungguh. Karena pendidikan merupakan modal utama untuk sukses.
“Orang tua selalu bilang, warisan yang paling berharga itu adalah pendidikan. Bukan harta. Apalagi orang tua saya tidak mewariskan harta yang banyak untuk kami,” ujar Iqbal yang ditemui di ruang kerjanya selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel, Kamis (25/3).
Tak heran, karena mengutamakan pendidikan, semua saudaranya cukup sukses. Sebagian besar berkecimpung di dunia akademik. Beberapa diantaranya mengabdi di jalur birokrasi.
Iqbal tak pernah lelah dalam belajar. Sejumlah gelar akademik disandangnya. Dari S1 hingga S3. Sejumlah negara sudah dikunjungi dalam rangka memperdalam ilmunya.
Selama bekerja, sebagian besar waktu dihabiskan untuk sekolah. Termasuk short course di berbagai negara seperti Belanda, Thailand, Jepang, Australia, di London. Tapi semua itu jalurnya bukan karena fasilitas atau jatah. Melainkan didapat melalui tes dari pemberi donor.
Iqbal mengawal karir birokratnya sebagai pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Di sana, Iqbal mengabdi selama 15 tahun sebelum bergeser ke sejumlah posisi di lingkup Pemprov Sulsel.
Dia tercatat pernah menjadi kepala Bagian Protokol pada Biro Humas dan Protokol, kepala Bidang Sistem Pengawasan dan Sekretaris di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kemudian menjadi kabid Perencanan dan Pengembangan Diklat di Badan Diklat.
Iqbal juga pernah dipercaya sebagai asisten direktur IPDN, sebelum dimutasi menjadi kepala Bagian Perlengkapan pada Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sulsel.
Dari situ, dia kemudian diamanahkan menjadi kepala Biro Humas dan Protokol. Lalu berpindah sebagai kepala Biro Kerja Sama yang baru dibentuk berdasarkan aturan SKPD yang baru.
Yang membuat agak berbeda dengan pegawai, karena Iqbal tidak takut dengan perubahan. Dalam artian, di manapun dirinya diinstruksikan pimpinan, akan diterima. Walaupun bukan jabatan promosi, orang bilang posisinya tidak berprospek, namun Iqbal sangat suka dengan tantangan dan sesuatu yang baru.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang pamong praja, ternyata Iqbal tak pernah meninggalkan dunia pendidikan. Dengan posisi sebagai seorang doktor, dia banyak ditawari untuk mengajar alias menjadi dosen.
Tercatat, saat ini dia mengajar di berbagai perguruan tinggi, khusus untuk kelas pascasarjana. Kampus yang ditempati mengajar diantaranya Universitas Muhammadiyah Makassar, STIEM Bongaya, Universitas Bosowa, STIE Nobel, dan beberapa kampus lainnya.
“Saya memang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Misi pribadi saya, bagaimana bisa ikut andil dalam meningkatkan kualitas SDM bangsa. Salah satunya dengan sumbangsih ilmu yang saya miliki,” pungkasnya. (*/rus)



×


Aktif Berbagi Ilmu di Berbagai Kampus

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar