pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Biasa Bertengkar Dengan Sopir Nakal

SIANG KEMARIN, arus lalu lintas di Jalan Aroepala (eks Hertasning Baru) terlihat padat, seorang pria tinggi kurus terlihat sibuk mengawasi lalu lalang kendaraan. Mappatunru begitu semangat menghentikan sebuah truk setelah melintasi Jalan TUN Abdul Razak perbatasan Kabupaten Gowa-Makassar.

Laporan: JUNI SEWANG

Mappatunrur adalah pegawai honorer dari Dinas Perhubungan Kota Kota Makassar yang betugas sebagai petugas komersial angkutan barang di perbatasan Gowa-Makassar. Bermodalkan sempritan dan kertas karcis digenggamnya, ia berdiri tegak di tengah jalan menghadang mobil truk.
Pria 38 tahun yang mengaku sudah lama bekerja di Dishub Makassar ini tetap tegar di tengah panas matahari dan bisingnya bunyi kendaraan saat pagi berganti siang.
Ketika ditemui, Mappatunru sempat menolak kedatangan penulis. Tapi karena mengetahui ada wartawan yang ingin berbagi akan kisahnya, ia pun menyetujuinya.
“Kalau jadi petugas komersial ada suka dan dukanya, bila ada sopir truk yang nakal, maka kita tegur hingga nyaris berkelahi. Namun kalau lagi dapat sopir yang mengerti atau retribusi maka tak sulit menyampaikannya,” ujar Mappatunru.
Ia juga mengaku kadang harus berada di bawah terik matahari dan hujan untuk selalu menghadang mobil angkutan barang.
bahkan dirinya kadang mengesampingkan keselamatan demi menjalankan tugasnya. Dalam tugasnya tidak sedikit angkutan pengangkut mengabaikan dirinya dikarenakan tidak ada aturan yang mengikat, tidak ada sanksi dikenakan oleh kendaraan yang tidak membayar kepada dirinya sebagai petugas komersial.
“Yang penting dia bawa barang dikasih karcis, karcis Rp5.000, biasa ada juga yang tidak menghiraukan, merasa diabaikan itu sering terjadi,” ungkap Mappatunru.
Dalam sehari Mappatunru bertanggung jawab atas seluruh angkutan komersial yang masuk ke dalam Kota Makassar melalui perbatasan kabupaten Gowa.
Pria kelahiran Makassar 17 Juli 1980 ini, dalam keseharian kerjanya dimulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 16.30 ditemani rekan kerjanya.
“Aktivitas mulai pukul 07.00 pagi sampai 4.30 sore berdua sama teman. Resiko kerja petugas komersial itu banyak biasa ditabrak sama kendaraan lalu lalang, biasa berkelahi sama sopir yang tidak mau bayar, mau diapa kalau tugas. Saya ditugaskan sudah empat kali puasa,” jelasnya.
Harapannya tentu saja, kinerja kami ini bisa lebih diperhatikan Pemerintah Kota Makassar. Untuk itu pemerintah setidaknya bisa mengangkat kami jadi aparatur sipil negara, katanya. (jun)



×


Biasa Bertengkar Dengan Sopir Nakal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar