Itulah sepenggal lagu ciptaan Jihad yang berjudul Pindu’ku . Ia menyanyikannya saat BKM berkunjung ke rumahnya di Galesong Kota, Kecamatan galesong, Takalar.
LAPORAN: NUGROHO NAFIKA KASSA
JIHAD adalah sosok sederhana. Walau ia adalah mantan sekretaris dinas kabupaten, tak nampak sedikitpun kemewahan pada dirinya. Saat ditemui di kediamannya, dia hanya mengenakan baju sederhana dan salembar sarung. Baju safari berwarna coklat dengan ciri khas yang kerap dikenakan Rhoma Irama, menjadi salah satu kebanggaannya.
Tak bisa mengendarai mobil. Handphone yang ia gunakan pun bukan smartphone. Ternyata itu disengaja. Baginya, kemewahan di akhirat lebih penting daripada kemewahan di dunia.
Warga sekitar mengenal Jihad pandai menyanyi. Bahkan beberapa lagu telah ia ciptakan. Semuanya bernuansa dangdut, namun dengan bahasa Makassar yang merupakan bahasa asal tempat tinggalnya.
Salah satunya adalah Pindu’ku Tommo, Setelah beberapa lagu telah ia ciptakan, Jihad mengatakan masih ada lagi lagu yang saat ini masih ia garap. Judulnya Nada dan Dakwah. Lagu ini Jihad katakan bukan hanya sekadar lagu biasa, namun bertujuan dakwah. Sama seperti yang biasa Rhoma Irama lakukan.
“Bang Haji itu kalau menyanyi tidak asal menyanyi. Karena baginya musik adalah ibadah. Dengan musik kita bisa berdakwah dan menjalin silaturahmi dengan sesama,” tuturnya.
Suami dari Syamsiah ini mengatakan, sejak SMP ia sering mendengarkan lagu Rhoma Irama sampai ia menjadi penggemar beratnya. Lagu pertama yang selalu ia dengarkan berjudul “Suratmu”. Nah, karena lagu itulah Jihad mulai terinspirasi kepada Rhoma Irama.
Ia mulai bergaya ala Rhoma. Kebetulan sekali ia pandai menyanyi dan menciptakan lagu. Suaranya pun ia katakan tak dibuat-buat. Semuanya terjadi dengan alami memang persis dengan Rhoma Irama.
Setelah dikenal sebagai Rhoma Irama Takalar oleh beberapa warga, ayah dua anak ini pun mulai dipanggil menyanyi dari panggung ke panggung, dari orkes ke orkes. Saat manggung, warga pun biasanya hanya ingin mendengarkan Jihad menyanyikan lagu Rhoma Irama.
“Iya, setiap manggung itu harus lagunya Rhoma Irama. Orang-orang itu maunya lagunya Bang Haji. Jadi, ya pasti nyanyikan lagunya Bang Haji,” terangnya.
Meski saat ini telah menjadi pensiunan PNS, namun Jihad masih aktif manggung. Bukan karena kerjaan, melainkan karena hobi. Jihad mengatakan jika dirinya memang sangat senang manggung untuk memeragakan Rhoma Irama.
Jihad ternyata juga begitu terkenal. Dimana-mana ia kerap mendapat sambutan yang begitu meriah dari warga. Bahkan tak jarang yang dengan sengaja meminta foto bersama dirinya.
“Biar tukang becak, orang kecil, di pasar, di mal, di atas pete-pete, sering dimintai foto. Biasa orang naburuka hanya untuk foto,” ucapnya sambil tertawa.
Selain di bidang seni, Jihad ternyata sempat pernah aktif di politik. Namun lagi-lagi yang ada hubungannya dengan Rhoma Irama.
Secara langsung, Jihad ternyata diberi mandat langsung oleh Rhoma Irama untuk membentuk Partai Idaman di Sulsel. Walaupun akhirnya Partai Idaman tak lolos dalam kontestasi pemilu, Jihad tetap bangga karena yang ia lakukan adalah mandat langsung dari Rhoma Irama.
Ke depannya, Jihad berharap bisa menyelesaikan lagu barunya. Jika telah merampungkannya, ia akan benar-benar puas karena bisa benar-benar mirip dengan Rhoma Irama. (*/rus/b)

