pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Soni Larang Konvoi Usai UNBK

MAKASSAR, BKM — Hari ketiga pelaksanaan UNBK digelar Rabu (11/4). Secara khusus, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono melakukan video conference (VC) dengan sejumlah sekolah di tiga daerah yang menggelar ujian. Diantaranya, SMAN 1 Luwu Timur, SMAN 1 Selayar, dan SMAN 2 Wajo.

Dari hasil VC, pada umumnya ujian berjalan lancar. Hanya yang menjadi masalah adalah sarana komputer yang masih terbatas. Seperti yang dikeluhkan Kepala Sekolah SMAN 2 Wajo, Muh Yusuf.
“Hanya ada lima komputer milik sekolah digunakan UNBK. Karenanya, kami terpaksa meminjam laptop milik siswa,” ungkap Yusuf saat VC dengan Soni.
Dia melanjutkan, SMAN 2 Wajo masih butuh 55 unit komputer lagi agar UNBK bisa dilaksanakan tanpa membebani siswa dengan membawa laptopnya sendiri.
Usai menggelar VC, Soni yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo memantau langsung pelaksanaan UNBK di SMAN 21 yang terletak di Bumi Tamalanrea Permai dan MAN 3 di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Terkait kebutuhan komputer, Soni meminta Disdik untuk mengakomodir kebutuhan sekolah-sekolah yang ada sesuai dengan kemampuan daerah.
Khusus untuk SMAN 2 Wajo, Soni berjanji akan menyiapkan 25 unit komputer dari 55 unit yang diusulkan.
“Untuk kekurangan komputer, nanti akan diatur oleh Disdik, ” ungkap Soni.
Dia berharap UNBK di provinsi ini bisa berjalan lancar hingga hari terakhir pelaksanaannya, Kamis (11/4).
Kepada sekolah, dia mewanti-wanti usai penyelenggaraan UNBK, tidak ada siswa yang melakukan konvoi di jalan dan aksi coret-coret.
Dia cukup mengapresiasi program SMAN 21 yang menyiapkan tempat untuk para siswa berekspresi usai mengikuti ujian.
“Mereka disiapkan band. Silahkan teriak yang keras. Ada juga tempat disiapkan untuk coret-coret, ” ungkapnya.
Dilanjutkan, aksi coret-coret dan konvoi di sejumlah provinsi sudah ditinggalkan
Kalau ada konvoi yang mengganggu membahayakan lalu lintas, Soni meminta Polantas untuk melarang.
“Kalau tidak mendengar, tangkap saja, ” tegasnya.
Kepal Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, untuk kebutuhan komputer di sekolah-sekolah, pihaknya akan memenuhi secara bertahap.
Tahun ini, terdapat alokasi anggaran sebesar Rp17 miliar untuk pengadaan sekitar 7000 komputer. Nantinya, komputer-komputer tersebut akan disalurkan ke sekolah-sekolah di seluruh kabupaten/kota sesuai kebutuhan masing-masing.
Soal larangan coret-coret dan aksi konvoi di jalan, menurut lelaki yang akrab disapa None itu, sejak tahun-tahun sebelumnya memang sudah diterapkan. Namun tetap saja ada yang membandel dan tidak menaati aturan. (rhm)



×


Soni Larang Konvoi Usai UNBK

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar