pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Proyek di Sulsel tak Bersoal

MAKASSAR, BKM — Sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp298,5 triliun dinilai oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas dinilai lamban eksekusinya. Proyek tersebut tersebar di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
Namun beruntung, dari sejumlah proyek yang mendapat sorotan tersebut, tidak satupun dilaksanakan di Sulsel.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, sejauh ini, semua PSN yang ada di Sulsel berjalan lancar.
“Di Sulsel, tidak ada proyek yang bermasalah semua tetap berjalan sesuai dengan perencanaan yang ada saat ini,” kata Jufri Rahman, Selasa (24/4).
Dia mengatakan, di provinsi ini, ada sekitar 14 proyek yang masuk dalam kategori PSN. Empat diantaranya merupakan program dari Pemerintah Pusat, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan, dan Kartu Indonesia Pintar. Sedangkan 10 PSN lainnya adalah Kereta Api Makassar – Parepare (Tahap I dari pengembangan jalur lintas Barat Sulawesi Bagian Selatan), Makassar New Port, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata , Bendungan Karalloe, Bendungan Passelorang, Bendungan Pamukkulu, Bendungan Jenelata, Pembangunan Kawasan Industri Prioritas Bantaeng, dan Pembangunan Smelter di Bantaeng.
Ia pun mengaku, pihaknya terus mendorong agar proyek tersebut dapat selesai sesuai target yang diberikan.
Dia mengakui, ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam melaksanakan proyek-proyek tersebut. Salah satu diantaranya adalah persoalan lahan
Sebelumnya, pembebasan lahan dibebankan pada pemerintah provinsi. Tapi sekarang diambil alih pusat.
“Memang untuk pembebasan lahan tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, karena tanah memiliki hubungan emosional dengan pemiliknya sehingga tidak mudah menjualnya,” ujar Jufri.
Terkait progress pengerjaan PSN ini, Jufri menyebutkan semua proyek sampai saat ini masih on track, seperti Bendungan Pamukkulu yang pembangunan fisiknya sudah dimulai.
“Saat ini pembangunan fisik bangunan sedang dalam proses persiapan, bendungan Passelorang juga sementara diselesaikan,’ ujarnya.
Dari data yang diperoleh melalui Bappeda, progress PSN per Maret 2018 ini, diantaranya untuk Bendungan Pamukkulu yang memiliki kapasitas tampung maksimum 82,7 juta meter kubik dan akan memberi manfaat bagi irigasi seluas 6.150 hektare, mulai dipersiapkan pembangunan fisiknya. Kontrak telah ditandatangani pada bulan November 2017 yang dibagi menjadi 2 paket konstruksi.
Sementara Bendungan Passelorang, sampai dengan Maret sudah mencapai 68,22 persen. Bendungan ini nantinya memiliki kapasitas tamping maksimal sebesar 138 juta meter kubik. Bendungan ini ditarget rampung pada akhir tahun 2018 mendatang.
Sementara untuk Kereta Api Trans Sulawesi trayek Makassar-Parepare, untuk pembangunan tahap I, realisasi pembangunan fisik tahun 2017 sebesar 72,51 persen berupa pembangunan track/jalur KA sepanjang 45,5 km dan pembangunan lima buah stasiun yaitu di Pekkae, Barru, Takkalasi, Mangkoso dan Palanro. (rhm)



×


Proyek di Sulsel tak Bersoal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar