MAKASSAR, BKM– Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung menyebutkan progress pembangunan Makassar New Port (MNP) cukup cepat.
Kondisi itu untuk mengejar target yang telah dipatok, agar MNP Tahap I bisa kelar pada Oktober mendatang dan berfungsi optimal pada awal 2019 nanti.
“Hingga 22 April 2018, realisasi fisiknya sudah mencapai 66,62 persen,” sebut Doso Agung.
Dia menyebutkan, MNP Tahap I dibangun secara paket. Untuk paket A yang pembangunannya sudah dimulai sejak Juni 2015. Saat ini progressnya sudah mencapai 77,37 persen.
Sementara Paket B, yang dibangun sejak September 2016, realisasi fisiknya sudah 67,11 persen dan paket C yang dibangun bersamaan dengan paket B, progressnya kini sudah 48,30 persen.
Khusus di MNP, dibangun sistem dermaga yang diaplikasikan antara secant pile dengan sistem boring yang bisa mengefisiensikan waktu dan biaya dengan kualitas yang lebih baik. Dimana penerapannya baru ada dua di dunia, yaitu di Liverpool dan Makassar New Port.
Dermaga ini adalah dermaga modern yang terkoneksi dengan jaringan kereta api Trans Sulawesi dan akan dioperasikan terintegrasi dengan pusat logistik Kawasan Berikat.
Proyek MNP telah ditinjau oleh Wapres, Jusuf Kalla dan Menteri BUMN, Rini M. Soemarno beberapa waktu lalu dan proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional.
Selain itu, pada kesempatan Rabu lalu, Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal (Purn) TNI, Moeldoko juga berkesempatan untuk melakukan peninjauan di sana.
Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang menambahkan untuk paket A, saat ini, pihaknya sedang membangun reklamasi untuk dermaga, fabrikasi tulangan struktur secant pile dan borepile dermaga, serta pekerjaan secant pile dan borepile.
“Di paket B, saat ini sedang dikerjakan pekerjaan reklamasi untuk lapangan kontainer, pekerjaan soil replacement area causeway, pekerjaan revetment, pengecoran saluran precast dan produksi paving block,” ungkap Farid.
Sementara itu, pekerjaan yang sedang dikerjakan di paket C adalah, produksi core 1 – 5 kg, produksi underlayer 5 – 10 kg, pemasangan core breakwater (1 – 5 kg) dan pemasangan toe protection breakwater 100 – 160 kg.
Moeldoko saat melakukan kunjungan mengatakan diperlukan integrasi jaringan jalan dari gate MNP ke jalan tol dengan koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Akan ada tindak lanjut setelah mendengar informasi dari Dirut Pelindo IV,” ungkapnya.
Dia juga sangat mengapresiasi progres pembangunan MNP. Dikatakan ada tiga hal yang diapresiasi dari pembangunan tersebut.
“Pertama yang saya apresiasi adalah progressnya. Kedua dari sisi efisiensi dan yang ketiga adalah dari segi daya tahan fasilitasnya karena dari segi daya tahan, didesain menggunakan teknologi konstruksi yang tinggi,” ujarnya. (rhm)
MNP Terkoneksi dengan KA Trans Sulawesi
×

