MAKASSAR, BKM– Sebanyak 25.140 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) se Kota Makassar mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berstandar Nasional (USBN) yang mulai digelar pada hari ini, Kamis, 3 sampai Sabtu 5 Mei.
Pelaksanaan USBN dimulai pukul 08:00 hingga pukul 10:00. Ada tiga mata pelajaran diujikan yaitu, Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Setiap harinya peserta diujikan satu mata pelajaran.
Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar melalui Kepala Seksi Pengajaran, Syarif mengatakan, saat ini soal-soal USBN telah siap untuk didistribusikan di masing masing sekolah melalui UPTD dengan pengawalan petugas kepolisian dari Polrestabes Makassar.
Lembar soal ujian yang tersimpan di posko penyimpanan di SMPN 13 Makassar tidak hanya menyediakan pilihan ganda, tetapi juga terdapat uraian atau essai.
“Satu hari satu mata pelajaran diujikan ke siswa. Setiap hari UPTD mengambil langsung lembar soal di posko dan menyimpan ke kantor kecamatan. Di kantor kecamatan, kepala sekolah yang datang langsung mengambil soal-soal. Tetap mendapatkan semua pengawalan dari pihak kepolisian,” sebut Syarif di kantor Disdik Makassar, Rabu (2/5).
Syarif menambahkan, pengumpulan lembar soal paling lambat pada pukul 14:00. UPTD kembali langsung memgumbulkan lembar soal ujian di kantor Disdik Kota Makassar. Bagi siswa yang tidak ikut pada pelaksanaan ujian tahap pertama, dapat mengambil kesempatan di ujian susulan pada 7-9 Mei.
“Ujian susulan mulai dibuka 7-9 Mei bagi siswa sisiwi yang tidak ikut pada pelaksanaan pada 3-5 Mei. Ada sekitar 25 ribu lembar soal yang disiapkan untuk USBN ini jenjang SD dan MI,” tutupnya.
Untuk memastikan pelaksanaan USBN berjalan dengan lancar, Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal dan Plt Kepala Disdik Makassar, Muhtar Tahir akan turun melakukan pemantauan ke beberapa sekolah seperti di SD Sudirman, SD Mangkura, dan SD Monginsidi.
Dari pantauan BKM kemarin, sejumlah sekolah sudah menyiapkan kursi dan meja yang diberi nomor untukdigunakan peserta USBN.”Sistem USBN secara manual dan penilainnya melalui scand pake komputer. Persiapan kami hanya menyampaikan undangan kepada pengawas, karena pengawas dari luar sekolah kami,” ungkap Kepala sekolah SD Inpres Unggulan Toddopuli, Jalan Jati No.1 A Pengayoman, Harlina Haris.
Selain itu, Harlina Haris menjelaskan ada 94 siswa yang mengikuti USBN dan menggunakan 5 ruangan, 10 pengawas dari luar sekolah.”Peserta yang mengikuti USBN sebanyak 94 siswa menggunakan 5 ruangan. Pengawas, ada dari sekolah AL Azhar, SDN Pertiwi, SDN BTN Pemda,” jelas Harlina Haris.
Hal serupa juga dikatakan Kepala sekolah SDN Panaikang 2, A Mayurin. Menurutnya, untuk USBN tahun 2018 soal ujian sebanyak 25 persen dari soal nasional, dan 75 persen dari soal Dinas Pendidikan kota.
“Sistem pengawasan USBN secara silang dari sekolah lain bukan pengawas dari sekolah kami. Ada kurang lebih 80 an siswa yang mengikuti USBN, menggunakan 4 ruangan, 1 ruangan 2 pengawas jadi ada 8 pengawas, ini selama 3 hari USBN,” jelas Mayurin.(arf-jun)

