MAKASSAR, BKM– Pengerjaan proyek tol layang dalam kota Jalan AP Petta Rani intens dilakukan oleh PT Bosowa Marga Nusantara (BMN). Tahap pertama dilakukan dengan menebang sekitar seribu pohon di sepanjang jalan tol reformasi hingga ke Andi Pangerang Petta Rani.
Direktur Utama PT BMN Anwar Toha mengatakan, penebangan pohon yang jumlahnya lebih dari seribu pohon itu nantinya akan digantikan oleh pelaksana proyek sesuai dengan ketentuan perundangan lingkungan hidup.
“Ini untuk kepentingan pembangunan jalan tol layang yang akan segera dilakukan. Untuk sementara, di sepanjang jalan tol reformasi ini sudah dan nanti jalur yang dilalui itu juga akan ditebang,” katanya, Selasa (22/5)
Anwar menyatakan, penebangan seribuan pohon dengan melihat ketentuan peraturan, yakni tetap akan ada kompensasi seperti satu banding lima pohon.
“Kompensasi dari aturan itu kan 1:5. Di mana satu pohon yang kita tebang akan digantikan dengan lima pohon baru untuk penghijauan dan itulah kompensasinya,” katanya.
Jumlah bibit berbagai jenis pohon yang ditawarkan oleh pelaksana proyek, yakni sekitar 6.000 atau telah melampaui dari ketentuan di mana aturan, yakni satu banding lima pohon. Salah satunya, penyiapan bibit mangrove.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Bahar Chambolong mengatakan, pohon-pohon yang ada di median jalan nantinya akan dipotong untuk membangun dengan tiang-tiang jalan.
“Tiang-tiang jalan tol layang itu tepat di tengah-tengah, makanya pohon-pohon besar itu akan ditebang supaya bisa digunakan untuk memasang tiang-tiang tol layangnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam pembangunan jalan tol layang itu, ada sekitar 1.000 pohon di sepanjang median Jalan AP Pettarani yang akan dipangkas untuk kepentingan pembangunan jalan.
Namun, pihaknya berjanji untuk menanam kembali pohon-pohon baru jika pembangunan jalannya selesai tepat di median jalan maupun di kawasan lainnya untuk penghijauan.
“Kalau berdasarkan plan-nya itu, setelah selesai pembangunan jalannya, nanti akan ditanami lagi pohon-pohon. Ada yang di antara tiang-tiang itu, ada juga di kawasan lainnya untuk penghijauan,” katanya.
Seperti diketahui proyek jalan layang sepanjang 4,3 kilometer ini akan dikerjakan selama 22 bulan. Anggaran yang diperlukan untuk pembangunan tol sekitar Rp2,2 triliun. (rhm)
Kontraktor Intens Tebang Pohon di Petta Rani
×

