MAKASSAR, BKM –Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 terus bergulir. Proses pendaftaran PPDB untuk untuk jalur akademik, prestasi, afirmasi, dan khusus sudah berakhir.
Rencananya, pengumuman kelulusan yang mendaftar lewat beberapa jalur tersebut diumumkan hari ini, Selasa (26/6). Daftar ulang dibuka 27-30 Juni, psikoter dan narkoba 2-7 Juli.Pengumuman bisa diakses di online Epanrita.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo atau None, bagi yang tidak lulus jalur akademik, prestasi, afirmasi, dan khusus, bisa mendaftar kembali di jalur domisili.
Pendaftaran dilakukan 26 Juni besok dan pengumuman pada 7 Juli mendatang. Pendaftaran ulang bagi yang lulus, kata None, akan dilaksanakan 9-12 Juli. Sementara psikotes dan cek narkoba akan dibuka pada 9-14 Juli.
Sejauh ini, kata None, belum ada kendala berarti yang ditemukan. Kecuali pada saat legalisir KK yang sempat membuat calon pendaftar terpaksa antre. Namun, lanjut dia, persoalan sudah diselesaikan.
Persoalan lain yang ditemukan adalah adanya kesulitan mendaftar secara online bagi siswi difabel.
Dua Siswi difabel penglihatan yang sebelumnya dipersulit untuk melakukan pendaftaran online pada sistem PPDB SMA/SMK di Makassar kini dapat bernafas legah. Setelah beberapa Aktivis difabel melakukan advokasi dan melakukan rilis ke media, akhirnya pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan membuatkan akun alternatif untuk keduanya yang kini telah dapat mereka gunakan untuk mendaftar pada sistem PPDB.
Ketua DPD PERTUNI Sul-Sel, Kasmir, menyampaikan bahwa ia ditelpon langsung oleh salah seorang staf dari dinas pendidikan, dan menyampaikan kalau nomor alternatif yang sebelumnya tidak bisa digunakan kini sudah diperbaiki. Ia kemudian mempersilahkan dua siswi difabel tersebut untuk segera log-in dan segera mendaftar di sekolah yang mereka inginkan segera.
Saat dikonfirmasi, Andi Nabila Dizzah Sweetha membenarkan jika akun-nya sudah bisa digunakan. ia pun telah melakukan pendaftaran di SMA Negeri 16, SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 11 Makassar. Ia mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah turut membantunya dalam menyelesaikan permasalahan ini.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), Abd Rahman, menyampaikan, bahwa sebelumnya ia telah menyampaikan permasalahan ini pada kepala dinas pendidikan provinsi Sulawesi Selatan.
“Semalam saya telah berkonsultasi dengan Bapak Irman Yasin Limpo, dan pagi beliau menyampaikan kalau dinas pendidikan sedang berusaha memulihkan akun keduanya.” jelas Rahman pada Minggu, (24-06).
Rahman mengaprisiasi langkah cepat yang ditempuh pihak dinas pendidikan dalam merespon permasalahan ini, sehingga kedua siswi difabel netra yang sebelumnya tidak bisa melakukan pendaftaran, kini telah bisa mendaftar sebelum Sistem PPDB ditutup.
Rahman berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi pada tahun-tahun berikutnya.
“Persoalan ini kan sudah beberapa kali terjadi, tahun lalu dan dua tahun yang lalu, juga masalahnya sama, Sistem tidak menemukan data Peserta Difabel Netra. semoga ini kejadian yang terakhir, dan tahun depan para difabel tidak mendapat masalah lagi saat mendaftar pada sistem PPDB.” Jelas Rahman.
Ia berterimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan persoalan ini, utamanya pada kepala dinas pendidikan dan staf yang telah membantu berinisiatif membuatkan akun yang dapat mengakses sistem PPDB, pada media yang telah memberitakan persoalan ini, dan seluruh aktifis difabel dan pemerhati issue difabel yang tak pernah lelah berjuang. (rhm)

