MAKASSAR, BKM — Pengumuman kelulusan Peserta Didik Baru jalur akademik untuk SMA Negeri di Sulawesi Selatan bersoal dan menuai protes dari orang tua siswa.
Itu diakibatkan oleh nama-nama peserta didik baru yang diumumkan lulus tidak konsisten alias selalu berubah-ubah.
Menyikapi persoalan itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel mengatur ulang jadwal pengumuman PPDB. Rencananya digelar 4 Juli mendatang.
Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengakui, jika situs epanrita selama beberapa hari ini telah diserang hacker. “Sistem IT PPDB diserang hacker, panitia tunda pengumuman,” ungkap dia, Sabtu, 30 Juni.
Namun, None, sapaan karibnya, menjamin jika data di server epanrita aman. Persoalannya, epanrita merupakan sub domain dari ww.sulselprov.go.id yang merupakan domain resmi Pemprov Sulsel. Karena yang diserang adalah domain utama website Pemprov Sulsel.
“Kita akan verifikasi ulang pengumuman. Kami minta empat hari. Kami tidak membatalakan. Tapi membenarkan pengumuman atau tepatnya melakukan pengakurasian hasil pengumuman,” jelas None.
Panitia PPDB telah memutuskan untuk melakukan pengakurasian hasil pengumuman dan penundana jadwal pendaftaran ulang calon peserta PPDB tahap I sesuai drngan pengumuman yang dikeluarkan panitia PPDB.
None mengatakan, berdasarkan penelusuran dari hasil sistem yang diserang tersebut menghasilkan sebagian kecil data yang masuk.
“Ada pun data pendaftar SMA 145.656 klarifikasi ulang 6.672 (4,9 persen) yang punya data tidak valid. Sementara jenjang smk dari 19.634 pendaftar rerdapat 3.190 (16,24 perseb) tidak valid,” beber None.
None juga menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat atas kejadian ini.
“Kami akan melakukan pengakurasian data yang hanya dua persen ini untuk diperbaiki,” jelasnya.
None menegaskan, semangat PPDB ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018, adalah domisili dan non diskriminasi. Semangat itu akan berdampak pada tidak ada lagi sekolah yang hanya diisi anak-anak tertentu, strata tertentu, dan potensi tertentu.
“Semua harus menyebar sesuai tempat tinggal dan kemampuannya. Selama ini, anak-anak memilih tiga sekolah dan ia terpilih dari skor dimana anak itu tertinggi di sekolah itu. Sekarang sistem yang mengatur. Jadi semangatnya adalah pemerataan. Yang menentukan di akademik ini adalah peringkatnya,” jelas None.
Ia mengakui, ekspektasi masyarakat terhadap sistem ini berbeda. Padahal, pola sosialisasi sudah sampai ke tingkat paling bawah. “Ternyata, frame masyarakat masih menganggap sistem seperti dulu. Kami akui, sistem seperti ini belum diterima masyarakat,” lanjutnya.
None menjelaskan, semua diverifikasi melalui sistem dan teknologi. Satu-satunya yang harus diawasi di sekolah adalah saat operator menarik jarak dari rumah ke sekolah. Sistem ini diterapkan untuk mengurangi birokrasi. Tapi, teknologi ini punya kekurangan. Pada kenyataannya, beberapa kali terjadi error yang memperlambat sistem. Penyebabnya, serangan hacker. Tapi, data basenya tetap aman.
Ia mengaku sudah melaporkan kepada gubernur terkait kondisi yang ada. Selanjutnya, tim hukum Dinas Pendidikan Sulsel akan melaporkan ke Polda untuk ikut melacak hacker tersebut. Adapun data yang harus diperbaiki, sekitar 145.456. Kemudian, akan diverifikasi ulang 6.672 atau sekitar 2 persen.
“Semoga hasilnya tidak merugikan orang lain. Kami juga akan mengambil formulir verifikasi di sekolah untuk mencocokkan. Dan kami akan umumkan ulang. Kami minta waktu empat hari. Kami akan cocokkan formulir verifikasi dengan digital untuk membuktikan data valid atau tidak,” tambahnya.
Berdasarkan hasil rapat, Pendaftaran dan Verifikasi Data dilakukan 20 Juni – 3 Juli, Pengumuman 4 Juli, dan Daftar Ulang 5 – 7 Juli. Kalau yang lulus tiga-tiganya pilihan sekolah, silahkan daftar ulang di sekolah pilihannya. Sedangkan, PPDB jalur domisili baru akan dibuka 9 – 12 Juli.
“Sistem ini tetap integritasnya tinggi. Yang kami jaga adalah database. Keteledoran kami, kami lupa bahwa kami adalah sub domain dari sulselprov.go.id,” terangnya. (rhm)
Pengumuman Resmi Kelulusan PPDB Jalur Akademik 4 Juli
×

