MAKASSAR, BKM–Gelaran piala dunia yang saat ini sedang berlangsung di Rusia, ternyata berdampak positif juga di Indonesia, bahkan di Makassar. Salah satunya dari penjualan jersey sepak bola.
Beberapa pedagang jersey sepak bola di Makassar mengaku mendapat keuntungan lebih saat piala dunia berlangsung. Beberapa masyarakat terlihat langsung menyerbu toko-toko mereka sejak awal gelaran untuk membeli jersey timnas negara andalan mereka.
Salah satu pedagang pakaian olahraga di Daimaru Departmen Store, Jalan Andalas Makassar, Adi mengatakan, jika selama piala dunia berlangsung, pembeli yang membeli jersey negara peserta piala dunia melonjak naik dibanding hari-hari biasanya. Bahkan kenaikannya mencapai 60 sampai 70 persen.
“Kalau hari biasa sedikit ji yang beli, sekarang Alhamdulillah naik tingkat penjualan. Bahkan itu yg jersey negara tidak ada yang cari kalau hari biasa,” kata Adi.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan Adi untuk meraup keuntungan lebih. Ia mengatakan tak lupa menaikkan harga jerseynya dari yang biasanya. Jika hari biasa ia hanya menjual jersey dengan harga Rp 100 ribu, kini ia naikkan menjadi Rp 150 ribu.
“Iya kita naikkan, tapi itu hanya khusus untuk jersey negara saja,” tambahnya.
Pedagang lainnya di Daimaru, Hajir juga mengungkapkan hal yang sama diungkapkan Adi. Ia mendapat keuntungan lebih dari penjualan hari biasa.
Hajir menambahkan ia menaikkan harga rumahnya hingga 20 persen. Hal ini disebabkan karena banyaknya pembeli yang memesan jersey di tempatnya.
“Selain karena banyak pembeli, harga di pusat juga naik ki, mungkin karena piala dunia jg. Jadi saya kasih naik juga,” katanya.
Pemilik Toko Quin Sport yang berada di Jalan Veteran, Makassar, Nur Kholis membandingkan pendapatannya dari gelaran piala dunia saat ini dengan gelaran piala dunia empat tahun lalu. Baginya, gelaran piala dunia tahun ini justru dirasanya cukup sepi.
“Kalau saya bandingkan dengan piala dunia sebelumnya, justru menurun ini sekarang. Piala dunia lalu itu penuh orang membeli, ini agak sepi ki,” katanya.
Bahkan ia menilai, penurunan pembeli dibandingkan gelaran piala dunia sebelumnya mencapai 60 persen. Penyebabnya dikatakan Nur Kholis bisa saja karena pengalaman tahun lalu.
“Mungkin saja karena sudah beli semua mi tahun lalu, atau mungkin juga karena lebaran. Karena mulai piala dunia itu kan sebelum lebaran, pas lebaran orang fokus beli baju baru, nah pas selesai lebaran dan orang sudah mau fokus ke piala dunia, tim andalannya gugur mi, makanya tidak banyak yang beli,” jelas Nur Kholis.
Namun biar begitu, di tokonya tetap mengalami kenaikan penjualan jika dibandingkan degan hari biasa. Nur Kholis menambahkan, kenaikan penjualan hingga mencapai 10 persen.(nug/war/b)
Penjualan Jersey Bola Naik
×

