pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

10 Ribu Hektare Sawah Terancam Puso

MAKASSAR, BKM–Cuaca buruk dan hujan deras mengguyur sejumlah kabupaten di Sulsel, termasuk daerah lumbung pangan, seperti Kabupaten Bone, Wajo, dan Sidrap. Sudah hampir satu pekan, intensitas hujan di tiga kabupaten tersebut sangat mengkhawatirkan. Hampir seluruh sawah dan ladang mulai tertutupi oleh genangan air hujan.
Di Kabupaten Wajo, banjir melanda 50 desa/kelurahan di tujuh kecamatan. Sebagian besar banjir diakibatkan oleh meluapnya Danau Tempe.
Berdasarkan informasi, ketinggian air di Bendungan Gerak Danau Tempe sampai kemarin berada pada posisi delapan meter. Sedangkan ketinggian normal 4,30 meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Syamsibar mengatakan, di beberapa titik, air mencapai ketinggian 2,5 meter. Seperti di Kecamatan Tanasitolo 2,55 meter, Belawa 70 Cm, Tempe 50 Cm – 2,6 meter, Sabbangparu 2,5 meter dan Pammana 2 meter.
“Di Wajo ada ratusan pengungsi yang tersebar di beberapa posko, mulai dari posko Lappadagga tercatat 7 KK (26 jiwa),posko Mesjid Raya 53 KK (187 jiwa), posko Mattirotappareng tercatat 18 KK ( 68 jiwa) dan posko Ujunge 34 KK ( 113 jiwa),” katanya, Kamis (5/7).
Syamsibar menjelaskan, yang dibutuhkan oleh pengungsi saat ini adalah bantuan logistik utamanya makanan. Pihaknya bersama pemerintah daerah telah menyalurkan beberapa bantuan.
“Kita sudah salurkan bantuan sembako, tenda, sarung, selimut, peralatan dapur, alat kesehatan dan perlengkapan sekolah. Untuk Wajo sudah diserahkan hari Selasa dan Bone baru hari ini (kemarin),” jelasnya.
Pemprov Sulsel melalui BPBD sendiri telah mengeluarkan peringatan dini akibat cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini. Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap dampak buruk yang bisa diakibatkan oleh curah hujan yang berlebihan.
Sementara di Kabupaten Bone, beberapa hari terakhir, banjir terjadi di beberapa wilayah dengan ketinggian air ada yang mencapai diatas dua meter.
Penjabat Bupati Bone, Andi Bakti Haruni menyebutkan banjir yang terjadi di daerahnya sudah yang ketiga kalinya selama musim hujan tahun ini. Kali ini terjadi di 18 desa atau kelurahan yang ada di 3 Kecamatan.
“Akibat banjir ini ada sekitar 2000 ribu rumah tergenang, ada beberapa yang memilih mengungsi. Tak hanya rumah, banjir juga mengenangi sekitar 5000 hektar lahan persawahan,” pungkasnya.
Terbaru, Bakti mengungkapkan terdapat dua desa yang terendam banjir di kecamatan T. Siattinge, yakni desa Lea dan desa Sijelling, dampaknya 5000 hektare sawah dan 6000 hektare ladang dikhawatirkan puso.
“Rincian kerugian sementara dalam penyelidikan. Yang jelas kita secara sigap menyediakan fasilitas pertolongan dini, seperti membuka posko, kesiapan Instansi terkait, mengimbau warga waspada terhadap binatang (buaya, ular) dan penyakit menular, serta mempersiapkan dan menyalurkan bantuan,” paparnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) Sulsel, Fitriani mengatakan dirinya sudah dapat laporan, sebanyak kurang lebih 10 hektare lahan sawah terendam banjir. Namun dirinya belum bisa memastikan hal itu dikatakam puso karena belum sampai tujuh hari.
“Dari tiga kabupaten ini lebih dari 10 ribu hektare terendam banjir, ini kita hanya bisa menunggu hingga hujan reda belum bisa dikatakan puso karena ini belum tujuh hari, artinya masih bisa diselamatkan kalau surut airnya dalam seminggu,” kata Fitriani, setiba dari peninjauan langsung di tiga Kabupaten, Kamis (5/7) kemari.
Fitriani mengatakan, rata-rata usia tanaman padi yang terendam banjir yakni dari usia 1 hingga 2 bulan.
“Karena ini masih musim tanam, namanya bencana itu susah diprediksi, terkadang juga ada anomali seperti ini. Kalau masih baru umur segini (satu bulan) bisa ji dikasi tumbuh kembali kalau tidak terendam selama tujuh hari, akarnya masih kuat,” ulasnya.
Hujan di bulan Juni lalu kata Fitriani sudah tertangani, namun kata dia sejumlah sawah yang ada kabupaten Sinjai ikut terendam banjir.
Menangantisipasi kerugian dampak dari genangan air ini, Fitriani mengatakan pihak DKPTPH Sulsel menyediakan benih cadangan.
“Untuk besaran benih yang disediakan akan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan hektare lahan yang merugi,” paparnya. (rhm)



×


10 Ribu Hektare Sawah Terancam Puso

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar