SETIAP menjelang perayaan hari kemerdekaan RI, pernak-pernik merah putih selalu tak pernah lepas dari lingkungan kita. Baik berupa bendera maupun umbul-umbul berwarna merah dan putih selalu menghiasi setiap sudut jalan. Pedagang menjadikan HUT Mekerdekaan sebagai ladang rezeki seperti Dg Mija.
Laporan: NUGROHO
Di ruas Jalan AP Petta Rani sudah terlihat beberapa penjual bendera dan pernak pernik merah putih. Mereka biasanya ada sebulan sebelum hari kemerdekaan RI. Salah satunya adalah penjual bendera yang berada di Jalan AP Petta Rani Makassar, Dg Mija yang katanya telah rutin menjual di lokasi tersebut sejak 10 tahun lalu.
Saat penulis menemuinya, nampak ia ditemani dengan istrinya, Yani dan seorang anaknya. Letaknya tepat di depan Kantor Balai Harta Peninggalan Makassar, Kementerian Hukum dan HAM RI, Jalan AP Petta Rani Makassar.
Pria yang sehari-hari berjualan aneka kue tradisional ini mengaku bisa mendapatkan keuntungan berlipat saat menjual bendera. Maka dari itulah, dirinya beserta istri dengan semangat menyambut datangnya hari kemerdekaan dengan berjualan bendera.
Sedari pagi ia mengendarai motornya bersama istri dari rumahnya di Gowa, menuju lokasi jualan. Saat berjualan pun dirinya tampak santai, hanya menunggu saja orang-orang yang datang ingin membeli bendera.
“Ya begini mi, santai ji. Tapi susahnya itu kalau siang mi, ka kena mi ki panas matahari. Tapi enaknya juga karena bisa ki kumpul-kumpul sama penjual lain, karena kan ini yang jualan sekitar sini rata-rata keluarga ji,” ucapnya.
Dg Mija mengatakan, setiap tahunnya ia mulai menjajakan bendera mulai tanggal 15 Juli, kemudian ia akan menutup dagangannya pada 16 Agustus, sehari sebelum hari kemerdekaan. Urusan izin berdagang, ia hanya meminta izin kepada pihak Kantor Balai Harta Peninggalan Kementerian Hukum dan HAM saja untuk berjualan disitu.
“Minta izin saja sama orang kantor di dalam, mereka kasih izin, ndak bayar ji Alhamdulillah. Bahkan biasanya disuruh ki jualan di dalam saja. Nah makanya kalau pulang mki nanti ini, ini bendera semua saya taruh di dalam kantor,” kata pria berusia 47 tahun ini.
Keuntungan yang didapatkannya pun ternyata lumayan besar. Tiap tahunnya berjualan, keuntungan yang didapat paling rendah bisa mencapai Rp3 juta. Bahkan Dg Mija mengatakan, jika sedang banyak yang membeli, dalam sebulan berjualan keuntungan bisa mencapai Rp10 juta.
Keuntungan yang didapatkannya itupun digunakannya untuk berbagai hal. Mulai dari untuk modal jualan selanjutnya, membayar kontrakan rumah, sampai untuk membayar hutang. Baginya keuntungan yang didapat memang benar-benar bermanfaat dan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluargaya.(*)

