MAKASSAR, BKM — Kondisi salah satu gedung SMAN 1 saat ini cukup memprihatinkan. Usianya yang sudah cukup tua, sekitar 40 tahun, membuat manajemen sekolah selalu was-was untuk melakukan aktifitas belajar mengajar. Malah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh ruang kelas di lantai 3 tidak dipergunakan lagi. Jumlahnya ada 11 ruangan.
Agar proses belajar mengajar tetap berlangsung, siswa kelas 1 yang seharusnya menempati lantai 3, disebar di sejumlah ruangan. Ada yang menempati laboratorium kimia, laboratorium komputer, laboratorium Fisika. Bahkan aula sekolah tersebut harus disekat-sekat tripleks untuk dijadikan ruang belajar. Ada enam kelas yang terpaksa harus belajar di aula yang kurang representatif tersebut. Pasalnya, karena tidak ada pembatas plafond, siswa tidak bisa konsentrasi belajar. Suara ribut dari kelas yang kebetulan tidak belajar mengganggu siswa yang sementata fokus belajar.
“Bahkan, biasa kalau ada yang iseng, ada yang melempar pesawat-pesawat kertas ke kelas sebelahnya, ” ungkap salah seorang guru saat Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono melakukan kunjungan ke sekolah tersebut, Rabu (8/8) didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo.
Begitu Soni mendapat informasi soal gedung SMAN 1 yang memprihatinkan, diapun langsung ke sekolah tersebut untuk melihat dari dekat kondisinya.
Usai memantau aktifitas belajar mengajar di beberapa kelas, Soni mengakui kondisi SMAN 1 Makassar memang cukup memprihatinkan. Khususnya pada gedung yang berada di sebelah utara dan timur yang sudah sangat tidak layak ditempati belajar karena usianya sudah cukup tua, yakni sekitar 40 tahun. Dibutuhkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan di sana.
“Mumpung saat ini momennya tepat, karena sementara penyusunan anggaran untuk tahun depan, kita akan proaktif mengusulkan permohonan untuk rehabilitasi maupun pembangunan gedung baru.
Dia berharap, ada dukungan dari Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBN) untuk perbaikan di sekolah tersebut. Karena kalau berharap dari APBD, tidak mungkin bisa mengcover pembangunan gedung tiga lantai.
“Khusus untuk SMAN 1 kami akan usulkan agar bisa diproyeksikan dukungan APBN. Berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang kondisinya hanya butuh perbaikan sedikit-sedikit, bisa diandalkan dari APBD, ” ungkap Soni.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menjelaskan, estimasi atau hitung-hitungan kasar, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tiga lantai gedung yang kondisinya cukup memprihatinkan itu sekitar Rp25 miliar.
Pihaknya sudah mengajukan proposal ke pemerintah pusat agar ada suntikan dana dari APBN. Begitu juga dari APBD, kiranya ada dana yang bisa dialokasikan untuk SMAN 1 Makassar.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Makassar, M Syafruddin menjelaskan, pihaknya sengaja memindahkan aktifitas belajar mengajar siswa yang menempati lantai 3 karena dikhawatirkan ada bagian dari bangunan yang roboh.
“Itu plafonnya sudah banyak yang berjatuhan. Nanti menimpa anak-anak yang sedang belajar. Makanya kami pindahkan, ” ungkapnya.
Dia berharap pemerintah segera merespon kondisi yang terjadi di sekolah tersebut agar para siswa nantinya bisa belajar secara maksimal. (rhm)
Kondisi Gedung SMAN 1 Memprihatinkan
×

