MAMUJU, BKM — Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Arifuddin Toppo, Kepala Balitbangda, Djamil Barambangi, Kepala Bappeda, Junda Maulana, dan Kepala BPSDM, Yakob F Solon, menerima kunjungan sosialisasi Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di rumah jabatan gubernur, Rabu (8/8).
Ali Baal berharap, semoga kunjungan tersebut mampu mewujudkan keinginan bersama. Juga, bisa meningkatan pendidikan generasi emas Sulbar. Karena pendidikan sebagai salah satu sektor pembangunan prioritas di Sulbar.
”Kami akan fokus pada pendidikan sebagai sektor yang akan dituntaskan ditahun 2020. Selain pembangunan jalur transportasi yang dapat menunjang kinerja guru-guru yang berada di pelosok-pelosok. Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, kewenangan kami adalah sekolah SMA, SMK dan PAUD. Tapi bukan berarti kami tidak perhatikan yang lain. Kami juga perhatikan pembangunan fisik sekolah, termasuk perguruan tinggi. Kami sudah pernah memanggil para rektor untuk berdiskusi. Kami juga akan berdiskusi dengan teman-teman di luar Pemprov untuk intervensi beberapa sekolah agar betul-betul ada loncatan yang bisa dicapai di Sulbar ini. Strategi selanjutnya yaitu kami akan buka SMA unggulan dengan memberi jatah masing-masing kabupaten untuk memasukkan beberapa siswa berprestasi mereka. Juga, akan fokus pada peningkatan kualitas guru-guru,” jelas Ali Baal.
Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Karakter Kemendikbud, Arie Budiman, mengungkap, kunjungan ke Sulbar tersebut dalam rangka melaksanakan sosialisasi kebijakan strategis Kemendikbud dan diskusi kelompok terpumpum pemanfaatan Neraca Pendidikan Daerah (NPD).
”Kami berinisiatif mengadakan FGD untuk mengkomunikasikan kebijakan strategis di 34 provinsi dengan mengundang para pimpinan OPD seperti Dinas Pendidikan, Badan Perencanaan Daerah, Balitbangda dan BPSDM. Kami ingin memeroleh beberapa masukan untuk dapat mensinkronisasi hubungan pusat dan daerah untuk pembangunan pendidikan di Sulbar. FGD ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan sinergi, kordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan,” tutur Arie.
Lebih lanjut, Arie menuturkan, NPD merupakan terobosan yang dilakukan Kemendikbud sejak 2015 yang berisi informasi tentang anggaran, satuan pendidikan, kualitas guru, keadaan siswa, angka partisipasi murni, indeks pembangunan manusia, hasil UN, akreditasi dan data budaya serta bahasa daerah, dengan menampilkan data-data yang bersumber dari Kemendagri, BPS, BAN SM dan data internal Kemendikbud.
NPD ini juga dapat dijadikan rujukan dalam evaluasi berbasis data, penyusunan rencana program jangka menengah daerah, dasar informasi untuk pelibatan publik dan sinkronisasi pusat-daerah.
”Jadi dengan adanya NPD, diharapkan publik bisa terus berpartisipasi dan berkolaborasi untuk ikut meningkatkan kualitas pendidikan di Sulbar. Seluruh lapisan masyarakat jugat dapat ikut mengawasi anggaran dan capaian pendidikan melalui www.npd.kemdikbud.go.id dan aplikasi Neraca Pendidikan di ponsel pintar android,” pungkas Arie. (ala/mir/c)
Pemprov Fokus Tuntaskan Sektor Pendidikan
×

