MAKASSAR, BKM — Memasuki musim kemarau, krisis air bersih kini melanda. Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar kini harus bersiap-siap untuk mengalami kekurangan pasokan air ke rumah masing-masing. Khususnya yang bermukim di utara dan timur kota.
Saat ini, debit air di Bendungan Lekopancing, Kabupaten Maros mulai menurun jadi 265 cm dari kondisi normal. Krisis persediaan air baku PDAM Makassar ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang ini terjadi sebagai dampak masuknya musim kemarau tahun ini.
Data dari PDAM Makassar menyebut, saat ini produksi air di Bendungan Lekopancing berada di kisaran 1.050 lps. Padahal biasanya 1.250-1.300 lps.
Penurunan debit air di bendungan sangat memengaruhi suplai air baku ke IPA Panaikang, yang melayani pelanggan pada sebagian wilayah utara dan timur kota.
Adapun wilayah utara yang dilayanai PDAM, yakni Jalan Sultan Abdullah, Teuku Umar, Sinassara dan Barukang. Sementara pada timur kota, di antaranya Sudiang, Dirgantara, BTP dan Paccinang.
Adapun solusi dan upaya mengantisipasi kekeringan air ke pelanggan, PDAM Kota Makassar menambah pasokan air baku dengan mengambil air dari Sungai Moncongloe, Maros. Saat ini masih dalam proses persiapan, ditandai dengan pemasangan pompa dan alat-alat.
“Targetnya satu atau dua hari sudah bisa dioperasikan,” ungkap Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PDAM Idris Tahir, Minggu (19/8).
Tidak ada salahnya, kata Idris, jika kondisi ini dikatakan sebagai krisis air bersih. Sebab dua tempat sebagai lokasi pengambilan air baku mengalami penurunan.
”Seperti intake di Mallengkeri sebenarnya cukup bagus. Tapi saat ini debit air dari Sungai Je’neberang juga menurun drastis. Biasanya bisa tersuplai air baku 250 lps, sekarang hanya mampu maksimal 150 lps. Ini baru baru pertama kalinya debit air tersebut berkurang drastis,” jelasnya.
Bendungan Lekopancing merupakan sumber air utama yang dipergunakan oleh IPA 2 Panaikang untuk melayani pelanggan di utara dan timur kota. Perkiraan pelanggannya sekitar 50 ribu. Selain itu, ada sedikit tambahan dari IPA Maccini Sombala untuk sebagian pelanggan utara kota.
Untuk itu, Idris mengimbau kepada pelanggan agar berhemat menggunakan air. Selain itu, mereka juga diminta untuk menampung dulu air agar bisa dipakai keesokan harinya. Mengingat tekanan air yang tidak stabil, karena pengaruh musim kemarau.
Anggota DPRD Kota Makassar dari dapil III Biringkanaya dan Tamalanrea Iqbal Djalil, berencana akan mengkomunikasikan masalah krisis air bersih ini ke pihak PDAM. Ia ingin memastikan wilayah mana saja yang mengalaminya, agar sesegera mungkin dicarikan solusi.
”Intinya, harus harus ditahu wilayah mana dulu. Karena saya tinggal di Sudiang tapi tidak merasakannya. Kalau sudah di tahu mana titiknya, baru kita arahkan PDAM untuk tangani. Karena itu memang dapil saya,” ujar Ije, sapaan akrab Iqbal Djalil saat dihubungi, Minggu (19/8).
Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar ini menegaskan, seharusnya sudah ada antisipasi yang dilakukan pihak PDAM untuk mengatasi krisis air yang rutin terjadi setiap tahun.
“Saya pikir wilayah Sudiang dan sekitarnya ini paling dekat dengan penampungan air. Seharusnya mereka tidak merasakan krisis air ini. Tapi insyaallah, saya akan komunikasikan ini ke PDAM. Entah menyiapkan penampungan air atau bagaimanalah,” tandasnya.
Sedangkan legislator dari dapil V Mariso, Mamajang dan Tamalate, Hasanuddin Leo, mengatakan seringnya terjadi krisis air di wilayahnya bukan hanya disebabkan oleh berkurangnya air baku PDAM. Melainkan karena tingkat kebocoran air yang belum diminimalisir oleh pihak perusahaan.
Anggota dewan dari Fraksi PAN ini menyebut, sejauh ini tingkat kebocoran yang mampu dikurangi baru mencapai 53 persen. Selebihnya, sekitar 47 persen terbuang percuma tanpa ada langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisirnya.
”Sebenarnya kan ini krisis air karena banyak kebocoran. Siapa bilang ini tidak ada jalan kelaurnya? Semuanya punya solusi. Tinggal mereka (PDAM) mau tidak melakukan upaya mengatasi faktor kebocoran tersebut,” tandasnya. (arf-ita/rus)
Utara dan Timur Kota Kini Krisis Air Bersih
×

