TAKALAR, BKM — Matahari baru saja kembali ke peraduannya. Jarum jam menunjuk pukul 18.10 Wita, Rabu (22/8). Warga beranjak ke masjid guna menunaikan salat Magrib.
Di Dusun Borongkamase, Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar suasana berbeda terjadi. Warga di tempat ini mendadak geger.
Seorang lelaki setengah baya meregang nyawa. Pria bernama Syafaruddin Dg Ngajang itu bersimbah darah usai dikeroyok di rumah istri keduanya.
Warga kemudian beramai-ramai mendatangi sebuah rumah kayu yang menjadi lokasi peristiwa. Selang beberapa saat, petugas dari Polsek Polongbangkeng Utara bersama Polres Takalar, serta tim Inafis dan Dokpol Bhayangkara Polda Sulsel juga tiba.
Aparat kepolisian melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi. Selanjutnya jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan otopsi.
Dikonfirmasi kemarin, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengaku telah menerima informasi tentang peristiwa berdarah yang terjadi di Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika korban sedang berada di rumah istri keduanya bernama Jumriati Dg Ranpu. Mereka melangsungkan pernikahan pada pekan lalu.
Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba sekelompok lelaki datang dan menemui Syafaruddin. Mereka diduga kerabat dari istri keduanya.
”Korban sedang berada di rumah istri keduanya yang baru sepekan dinikahinya. Tidak lama kemudian datanglah sekelompok lelaki yang berjumlah enam orang. Mereka diduga keluarga istri keduanya. Korban langsung diserang dengan menggunakan senjata tajam. Hingga akhirnya meninggal dunia,” jelas Dicky, Kamis (23/8).
Di sekujur tubuh korban ditemukan luka tebas pada leher bagian belakang sepanjang kurang lebih 6 cm. Ada pula luka tusuk di bagian paha sebelah kanan.
“Ada dua luka tebasan serta luka tusuk yang mengakibatkan korban meregang nyawa,” ujar Dicky lagi.
Diduga, pelaku menghabisi nyawa korban lantaran tidak setuju dengan pernikahan yang dilangsungkan pada pekan lalu. Apalagi Jumriati dijadikan istri kedua.
”Untuk motifnya belum bisa dipastikan. Masih didalami oleh penyidik Polres Takalar,” kata Dicky.
Dihubungi terpisah, Kapolres Takalar AKBP Gany Alamsyah menjelaskan, enam pelaku pengeroyokan di wilayah hukumnya yang menewaskan korban, sudah diamankan. Mereka adalah warga Polongbangkeng Utara. Masing-masing Sadir Dg Ngawing (35),Nada Dg Gudang (40), Kama Dg Muntu (35), Daud (35), Erwin Dg Ngimba (35) dan Arifuddin Dg Gassing (35).
Hanya saja, Kapolres Takalar belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan tersebut. ”Kita masih mendalami kasusnya. Pelaku yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” ujar AKBP Gany Alamsyah. (ish/rus)
Nikah Kedua Kali Berujung Pembunuhan
×

