pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Seringkali Lembur Tangani Anak Bermasalah

DI BALAI Pemasyarakatan Kelas I Makassar, sosok Riswan bisa dikatakan sangat berperan penting dari sektor pemberi arahan terhadap anak-anak dari usia 12 hingga di bawah umur 18 yang terlibat masalah hukum.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Bahkan dalam mengurus anak-anak yang butuh pembinaan ketika terlibat masalah, ia rela bekerja lembur dan menyisahkan banyak waktunya untuk menangani kasus anak. Sampai-sampai ketiga anaknya, sempat melakukan aksi protes terhadap jam kerja dan waktu luang bapaknya yang terkuras habis di tempat kerja untuk mengurusi anak-anak yang terlibat hukum.
“Saya sama dengan PNS lain jam kerjanya. Tapi biasa saya lembur sampai malam kalau banyak kasus anak yang ingin ditangani segera. Kadang anak di rumah juga protes dan bertanya ke ibunya kapan bapak pulang, tinggal istri saya jelaskan ke mereka bahwa bapaknya masih di kantor,” ungkapnya saat ditemui penulis di Bapas Kelas 1 Makassar, Selasa (28/8).
Apalagi dalam sehari banyak laporan yang masuk ke ruang kerjanya yang perlu ditangani segera.”Karena ketika ada laporan/surat masuk dari kepolisian, surat ini tidak boleh tinggal lama, surat ini masuk pasti saya langsung edarkan. Karena anak itu ada batas penahanannya, tidak bisa ditahan di kepolisian itu lebih dari 15 hari. Makanya secepatnya saya edarkan dan saya suruh staf untuk jalankan,” jelasnya.
Pekerjaan yang ditangani Riswan bukan hanya di luar kantor menangani kasus anak, melainkan bertugas membagi pekerjaan ke bawahannya secara yang adil.”Tidak hanya memberikan arahkan ke tahanan anak, saya juga harus adil dalam pemberian tugas ke pegawai lain untuk diberikan create point kenaikan pangkat, jadi saya harus adil dalam pembagian tugas,” tuturnya.
Keinginannya menjadi pegawai, cerita Riswan, terlintas dari cita-cita sang orang tua yang mengiginkan dirinya menjadi seorang pegawai. “Saya ditanamkan memang sama orang tua untuk jadi pegawai, makanya sejak dulu ingin jadi pegawai negeri tapi soal dimana masuk itukan kehendak tuhan. Masuk jadi pegawai Kemenkumham inipun saya tidak sangka, memang sudah jalannya. Dulunya saya memutuskan pindah ke lapas karena saya melihat banyak teman saya dari Departemen Sosial dulu, makanya saya masuk di LP Kelas 1 dulu tahun 2000,” bebernya.
Di Lapas ia ditugaskan di bagian kepegawaian selama dua tahun, setelah itu dipindahkan lagi di bimbingan pemesyaratakan. Ditugas itu ia banyak berhubungan dengan penghuni lapas yang meminta izin temui keluarga,” akunya.
Sudah ada ribuan anak yang bermasalah hukum yang ia dampingi. Pria Kelahiran Soppeng, 4 Agustus 1971 ini dikenal sebagai seorang Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Klien Anak (BKA) Kelas 1 Makassar.
Setiap harinya, ia menjalankan tugas sebagai konseling anak yang terlibat hukum, termasuk dituntut harus mengetahui psikologi setiap anak yang ia beri arahan.
“Saya memulai karir di Bapas sudah 10 tahun, sebelum menjabat Kasi BKA saya dulu menjabat sebagai Kasubsi Bimbingan Kerja Bapas Kelas I Makassar. Nanti oktober 2017 saya pindah ke jabatan sebagai Kasi Bimbingan Klien Anak (BKA),” ungkapnya.
Riswan juga mengaku, rata-rata anak yang dibina wataknya masih labil. Mereka juga tersangkut hukum karena gampang dipengaruhi sama orang lain.
Belum lagi menurut bapak tiga anak ini yaitu Dina Mulya Fadillah, Rifka Mutia Nabilah, dan Rezky Pertiwi dituntut untuk taat terhadap aturan dalam menangani anak yang bermasalah.
“Adanya Sistem Pelatihan Anak (SPPA) itu, saya sebagai pegawai Bapas mengacu kesitu UU No 11 Tahun 2012. Kami tidak bisa keluar dari aturan itu, istilahnya di Bapas itu ada beberapa bagian, ada bimbingan, pengawasan, dan pendampingan, kalau sukanya yah, itu banyak pertama sekali itu kenalan karena kita terhubung dengan penyidik, kepolisian, kejaksaan, hakim karena ada kerjasama mereka itu,” bebernya.
Terlebih lagi saat anak yang sudah dinyatakan bebas harus terlebih dahulu diberikan arahan ketika sudah bergaul lagi dilingkungannya. Olehnya itu, tidak hanya memberikan arahan ke anak, namun Riswan juga mengaku memberikan arahan ke orangtua, itula sebabnya Riswan banyak berkomunikasi dan berkenalan dengan masyarakat.
“Banyak juga kenalan dengan masyarakat, karena semua yang didampingi itu pasti kita kenal semua, baik orangtuanya juga. Kalau dukanya itu, kita pergi melaksanakan tugas temui orang tua anaknya, belum lagi wilayahnya biasa jauh-jauh sampai ke sejumlah kabupaten,” ucapnya.(*)



×


Seringkali Lembur Tangani Anak Bermasalah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar