pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tetap Semangat Meski Pernah Terjatuh di Kobaran Api

PROFESI sebagai petugas pemadam kebakaran dituntut untuk harus selalu sigap dan siap untuk bertugas 1×24 jam. Tidak mudah bagi profesi ini, terlebih memiliki risiko tinggi dan berbahaya saat mengendalikan amukan si jago merah. Hal ini dilakoni Hasbullah.

Laporan: ARIF AL QADRY

Suasana di Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar di Jalan Sam Ratulangi, Jumat (7/9) cukup tenang. Di antara mobil-mobil pemadam kebakaran yang terparkir di pelataran halaman terdapat beberapa pasukan berseragam biru sedang latihan baris berbaris. Sementara beberapa pasukan lainnya nampak fokus berjaga-jaga di pos jaga Markas Komando (Mako).
Hanya berjarak beberapa meter tidak jauh dari tempat latihan anggota, nampak sosok pria berdiri memandangi pasukan yang sedang latihan. Ia adalah Hasbullah.
Hasbullah merupakan Komandan Kompi A di Damkar Kota Makassar. Tugasnya membawahi dan mengontrol anggota peleton termasuk mengarahkan anggota apabila terjadi kebakaran dan kemudian melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan. Ada dua peleton anggota dibawahinya, setiap peleton memiliki 72 anggota.
“Latihan rutin ini sangat penting dilakukan bagi seluruh anggota untuk meningkatkan ketahanan fisik, fokus dan kemampuan pada saat di lapangan. Jadi petugas damkar selain diperlukan nyali yang besar dan keberanian, juga membutuhkan fisik yang baik,” sambut Hasbullah.
Kepada penulis, pria kelahiran Takalar, 2 Desember 1966 ini mengatakan, sebelum diberikan amanah dan kepercayaan menjadi Danki akronim Komandan Kompi A, dia dulunya juga pernah menjadi anggota operasional dengan tugas ikut memadamkan api ketika terjadi kebakaran. Tugas itu ia dapatkan pada November 1993.
Selama menjadi anggota operasional di November 1993 – 2007, ada banyak kasus peristiwa kebakaran berhasil ditaklukan. Dan semua perjalanan itu menjadi kisah suka dan duka selama menjadi anggota operasional lapangan memadamkan api.
Peristiwa heroik pada 12 Juni 2004 di Jalan Seroja hingga kini masih berkesan dibenaknya. Kebarakan yang cukup hebat dan menghanguskan tiga unit rumah membuatnya hampir tewas terpanggang. Ceritanya bermula ketika ia naik di lantai dua rumah warga untuk memadamkan api dari atas.
Menjelang magrib, puluhan warga di gang sempit Jalan Seroja kocar kacir berlarian menyelamatkan barang-barang di rumahnya. Tidak ketinggalan para petugas kebakaran yang sibuk menarik selang panjang untuk segera memadamkan api agar tidak menjilat rumah-rumah lainnya.
Kerjasama pun dimulai. Ada petugas yang standby di bawah rumah, ada juga petugas yang naik atas rumah warga untuk menjinakkan si jago merah. Saat itu dia bertugas di atas rumah. Dia memegang nosel selang mengarahkan ke titik target api.
Namun tidak berjalan mulus, nose ujung selang begitu liar hingga terlepas dari tangannya. Nosel itu kemudian berontak. Diapun kemudian mengambil langkah satu ke depan agar nosel tidak menghantam kakinya. Tapi nahas dia justru terjatuh ke dalam rumah yang masih dikuasai api hingga membuat dirinya harus di rawat selama 18 hari di Rumah Sakit (RS).
“Saat itu posisi saya berada di lantai dua rumah warga hendak menyiram rumah-rumah lainnya. Tetapi nosel terlepas dari tangan. Dan pada saat itu terjadi, saya mengambil satu langkah ke depan agar nosel yang mengamuk tidak menghamtam kaki saya. Ternyata tembok di depan saya yang saya pegang adalah tembok rapuh dan hasilnya saya terjatuh ke dalam rumah yang masih dikuasai api,” katanya.
Meski mengalami luka bakar di sebagian tangannya, tapi dia bersyukur karena masih bisa dipertemukan kembali bersama keluarganya untuk berkumpul. Pemulihannya memakan waktu 18 hari di RS Stella Maris karena luka bakar di tangannya cukup hebat.
“Saya dievakuasi menggunakan selang. Evakuasinya ada hampir 5 menit, cukup cepat apalagi kondisi saat itu gelap sekali. Saya bersyukur karena masih dapat dipertemukan oleh keluarga,” tambahnya. (arf)



×


Tetap Semangat Meski Pernah Terjatuh di Kobaran Api

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar