MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengaku prihatin dan menjanjikan pembangunan Dermaga Kayu Bangkoa Makassar yang lebih refresentatif.
Pasalnya, Dermaga Kayu Bangkoa merupakan pintu utama warga di pulau -pulau sekitar Kota Makassar untuk memasuki wilayah ibu kota provinsi ini.
“Ke depan kami akan membangun tempat yang lebih nyaman untuk menunggu kapal, dengan ruangan yang lebih manusiawi,” kata Nurdin Abdullah usai menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Perhubungan Nasional di Makassar, Senin, (17/9).
Nurdin mengatakan wilayah Provinsi Sulsel memiliki banyak pulau, termasuk pulau-pulau di sekitar Kota Makassar, sayangnya sistem transportasi khususnya sistem transportasi laut belum memadai, termasuk kondisi dermaga yang masih seadanya.
“Masyarakat kelas menengah ke bawah masih menikmati transportasi seadanya,” ujarnya.
Nurdin mengaku kondisi Dermaga Kayu Bangkoa yang sejak ia masih kecil, hingga saat ini tidak banyak berubah. Padahal dermaga ini merupakan pintu masuk utama bagi warga pulau.
Nantinya, kata dia, pihaknya bersama pemerintah kota, Dinas Perhubungan, dan pemangku kepentingan lain akan duduk bersama untuk membicarakan rencana pembangunan dermaga tersebut.
“Sekarang tidak boleh lagi jalan sendiri-sendiri, kita harus bersinergi agar ada percepatan pembangunan,” ujarnya.
Pihaknya, kata Nurdin, juga mendorong perbaikan sistem transportasi laut yang mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna moda transportasi laut.
“Kami sangat berharap tidak ada lagi kecelakaan kapal di Kabupaten Selayar dan Kota Makassar seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” ucapnya.
Ia menekankan jika nantinya, tidak ada satu pun angkutan laut yang tidak dilengkapi dengan pelampung sesuai jumlah penumpang, dan peragaan penggunaannya.
“Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, korban bisa ditekan,” kata dia.
Sementara itu, Rahmat warga pulau yang bekerja sebagai pegawai swasta di Kota Makassar merespon positif langkah yang diambil Gubernur Nurdin Abdullah yang akan menata Dermaga Kayu Bangkoa lebih baik lagi. Rahmat menilai, selama ini dermaga memang terlihat jorok dan berbahaya bagi anak-anak, karena di dekat dermaga tidak ada palang untuk penumpang dan perahu angkutan.”Saya bersyukur kalau dermaga bisa dibenahi. Sebab kadang warga pulau menunggu lama jika ingin menyeberang, sehingga butuh dermaga yang lebih baik untuk bersantai,” harapnya. (rhm)

