MAKASSAR, BKM — Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, selalu menekankan pentingnya prinsip efektifitas dalam pengalokasian anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel.
Menurut Wagub Andi Sudirman Sulaiman, alokasi anggaran untuk belanja dan fisik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat secara umum harus berimbang.
Salah satu yang dicontohkan Wagub yakni Belanja Makan Minum yang terdapat pada masing-masing OPD. Ia pun berharap hal ini bisa dievaluasi agar anggaran tersebut jangan melampaui anggaran fisik yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Hal ini ditegaskan Wagub Andi Sudirman Sulaiman saat menjadi inspektur Upacara Bendera yang digelar di Lapangan upacara Kantor Gubernur Sulsel, Senin (25/9).
“Saya kemarin jalan-jalan ke Bone, Kita lihat, disana sepanjang alur sungai dari udara itu kelihatan kering semua sawah orang padahal jarak dari sungai sangat dekat, kemudian harus dicatat ini , kita anggaran sekarang untuk jembatan, untuk jalan 250 M plus minus ,sementara belanja makan minum 132 miliar. Saya bilang yang tidak efektif, kita harus efisiensi dalam penganggaran, tetapi bagaiman kita melihat kesejahteraan pegawai, harus ada balance yang berbasis kinerja, kita sudah ada jalur melalui TPP,,” papar Andi Sudirman.
Wagub pun menegaskan akan melakukan perbaikan sistem khsususnya terkait penganggaran. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan rutin melakukan review setiap enam bulan sekali untuk mengetahui persoalan yang terjadi di lingkup Pemprov. Hal ini telah dilakukan dengan memberi kesempatan para pegawai untuk memasukkan keluhan dan saran langsung kepada Wagub. Menanggapi masukan tersebut, Andi Sudirman mengaku sudah melakukan pengecekan langsung termasuk bedah anggaran.
“Saya bedah satu persatu itu anggaran, ada apa sih sebenarnya , saya lihat ini harus ada efisiensi, efektifitas dalam pengalokasian anggaran,efektif itu tempatkan pada tempatnya, kalo tempatnya disitu ya memang harus disitu” tegas Andi Sudirman.
Dengan pola tersebut diharapkan sistem yang terbangun akan semakin baik dan berdampak pada kesejahteraan bersama dan manfaatnya semakin besar kepada masyarakat Sulsel.
Di hari yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah (NA) meresmikan pembangunan Rest Area Bantaeng di Kabupaten Bantaeng, Selasa (25/9). Lokasinya, berada di perbatasan kabupaten Bantaeng-Jeneponto. NA berharap Rest Area ini mampu mendorong pesat perekonomian masyarakat menegah ke bawah dan menjadi pusat ekonomi baru.
“Dasar pemikiran rest area ini, sebagai daerah tempat truk-truk parkir di malam hari, demikian juga dengan mobil-mobil tangki, kedua ada saung-saung penjual es teler akhirnya kita buat ini dan memang sebuah kebutuhan,” kata Nurdin Abdullah.
Fasilitas ini sendiri disediakan bagi pengguna kendaraan yang melintas dan ingin beribadah atau mereka yang memiliki masalah kesehatan sehingga membutuhkan tempat beristirahat. Rest Area ini pun dihadirkan dengan konsep one stop rest area, dilengkapi pelayanan parkir yang luas, tempat istirahat, toilet, klinik kesehatan 24 jam, kios-kios berjualan warga, mini market, mushola dan sejumlah fasilitas lainnya.
“Mau salat, yang ada masalah kesehatan ada klinik di sini, mau makan ada kuliner terutama ada shower di sini, ini sangat lengkap,” sebut NA.
Rest area ini menjadi cikal bakal lahirnya 10 rest area yang akan dibangun oleh Pemprov Sulsel dan mengadopsi konsepnya. Jika rest area di Bantaeng luasnya 2 hektar, maka untuk rest area Pemprov seluas 7-10 hektar. Tempat ini juga sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat.
“Menjadi tempat orang berekreasi makanya, syarat pemilihan tempat view harus bagus, kalau di pesisir di pantai, kalau dia di pegunungan kita cari view yang cantik,” papar Nurdin Abdullah.
Rest area ini sendiri dibangun di akhir masa pemerintahan Nurdin saat menjadi Bupati Bantaeng.
“Ini menjadi tanda mata (cendera mata) Saya sepuluh tahun terakhir,” sebut Nurdin Abdullah saat berkunjung beberapa waktu lalu.
Dengan hadirnya rest area ini, diharapkan masyarakat bisa menikmati perjalanan lebih baik lagi. (rhm)
Rutin Lakukan Evaluasi
×

