pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemprov Stop Anggaran ke Perusda

MAKASSAR, BKM — Pertama kali dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman punya perhatian khusus kepada perusahaan daerah (Perusda) yang dikelola Pemprov Sulsel.
Tidak tunggu lama, NA langsung melakukan evaluasi terhadap unit usaha yang diharapkan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel itu.
Saat ini, ada dua perusda milik Pemprov Sulsel yang aktif yakni Perusda Umum dan Perusda Agribisnis.
NA secara tegas mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap seluruh perusda milik Pemprov Sulsel. Hasilnya, Perusda yang tak memberikan hasil positif pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah, seluruh pengurusnya didemisionerkan.
Seperti diketahui Pemprov Sulsel melakukan penyertaan modal di beberapa Perusda mulai dari Perusda Umum, Perusda Agribisnis, PT Jamkrida, PT Akrida dan PT KIMA.
“Kita sudah evaluasi dan tidak menghasilkan apa apa. Perusda kita mau demisioner kan semua. Kita stop dulu dana APBD ke Perusda,” kata Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah usai pelantikan kepala daerah di Kampus Unhas, Rabu (26/9).
Nurdin melanjutkan, pihaknya akan menata kembali keberadaan Perusda termasuk penyertaan modal yang dilakukan Pemprov Sulsel selama ini. Selain itu, pihaknya akan mendirikan Perusda baru yang dianggap lebih potensial.
“Kita tata kembali dan dirikan Perusda yang bisa memberikan provit dalam mendukung APBD kita. Direksi yang ada harus kita evaluasi semua, bukan dipensiunkan tapi didemisionerkan,” jelasnya.
Sebelumnya, dua Perusda Sulsel yang memperoleh modal dari APBD, yaitu Perusda Agribisnis dan Perusda Penjaminan Kredit Daerah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dalam laporannya, BPK menyebutkan kedua Perusda ini telah mendapat modal dari APBD sejak 2012, namun tidak pernah menyetorkan laba ke Pemprov Sulsel.
Sebelumnya salah seorang anggota Komisi B DPRD Sulsel, Selle Ks Dalle menyebutkan, deviden dari Perusda yang diharapkan bisa menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak sesuai harapan. DPRD Sulsel mendesak agar kedua Perusda milik Pemprov itu segera dievaluasi kinerjanya.
Sebenarnya, akhir tahun lalu, pihaknya pernah membahas persoalan ini bersama Syahrul Yasin Limpo yang saat itu masih menjadi Gubernur Sulsel. Namun tidak ada tindak lanjut.
Selle mengatakan, Perusda hingga kini memang masih menjadi beban bagi Pemprov. Keduanya belum produktif untuk menambah pundi-pundi PAD. Jauh dari harapan sebelumnya, terlebih untuk Perusda Agribisnis.
Suntikan dana Rp7 miliar sekitar dua tahun lalu belum membuat Perusda Agribisnis produktif. (rhm)



×


Pemprov Stop Anggaran ke Perusda

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar