PINRANG, BKM — Kabar duka datang dari arena Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI 2018 Sulsel di Pinrang. HM Amin, seorang official kontingen Parepare untuk cabang tenis meja meninggal dunia di sela-sela tugasnya mendampingi atlet berlaga, Rabu malam (26/9) sekitar pukul 21.30 Wita.
Ketua PB Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia ( PTMSI) Parepare H Muchtar Maming dihubungi, Jumat (28/9) menceritakan, almarhum tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri beberapa saat setelah atlet dua ganda putri tenis meja Parepare memastikan diri ke babak Semifinal di Gedung Instalasi Farmasi Pinrang.
“Tidak sakit apa-apa. Kondisinya sehat-sehat. Langsung saja jatuh dan pingsang kemudian ditangani tim medis. Kejadiannya itu setelah bertanding saat istirahat di luar gedung,” ungkap Muchtar.
Dia pun mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang punya peran vital di PTMSI, yakni sebagai sekretaris dan sebagai official tenis meja. HM Amin sudah banyak berkontribusi bagi tim kontingen Parepare, terutama cabor tenis meja.
Muchtar menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkot Parepare yang bertindak cepat menurunkan ambulans Call Center 112 menjemput jenazah almarhum di Pinrang, kemudian membawanya ke rumah duka di Jalan Agussalim, Parepare.
Penjabat Sekkot Parepare H Iwan Asaad menyatakan, pemerintah kota turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya HM Amin yang merupakan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare.
“Kadis langsung kami tugaskan ke Pinrang mewakili Pemkot Parepare begitu mendengar kabar duka. Call Center 112 menjemput khusus jenazah di Pinrang,” ujar Iwan Asaad.
Ketua KONI Parepare Parman Farid, juga menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. “Beliau sosok berintegritas dan punya kepedulian tinggi terhadap olahraga, khususnya tenis meja. Selamat jalan Pak HM Amin. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan mendapat tempat yang layak di sisiNya,” hatur Parman Farid.
Wakil Ketua KONI Parepare Dr Muh Nashir menambahkan, almarhum telah membuktikan perjuangannya di tim tenis meja Parepare hingga akhir hayat.
“Mohon kepada seluruh warga Parepare mendoakan beliau, semoga amal jariyahnya dilipatgandakan oleh Allah SWT,” kata Nashir.
Mendengar kabar duka tersebut, Bupati Pinrang HA Aslam Patonangi langsung menggelar doa bersama. “Ini sudah takdir dan kita semua akan kembali kepadaNya. Mari kita doakan almarhum ditempatkan disisiNya, dan amal ibadahnya diterima Allah Swt,” ucap Aslam Patonangi memimpin langsung doa bersama tersebut.
Menurut dr H Inwan Ahsan, dokter yang bertugas di venue tennis meja, almarhum terkena stroke. Sempat dilakukan pertolongan pertama dengan membawanya ke RSU Lasinrang, Pinrang. Namun nyawanya tidak tertolong.
”Kami sempat melakukan tindakan bantuan hidup dasar resusitasi atau penanganan penyakit jantung paru, dan selanjutnya dilarikan ke rumah sakit. Namun Tuhan berkehendak lain,” jelasnya.
Dokter Inwan yang juga kepala RS Pratama Bungi ini, almarhum terkena stroke di luar lokasi pertandingan tennis meja. ”Kami dapatkan tergeletak di teras dan langsung dilakukan pertolongan. Tapi takdir berkata lain,” tandasnya. (ady/rus/b)
Stroke, Official Meninggal saat Dampingi Atlet Bertanding
×

