pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Oknum Kepala SMA Diadukan Tempeleng Siswi

GOWA, BKM — NR, seorang siswi kelas 2 SMAN 22 Gowa tidak menerima perlakuan kepala sekolahnya RK. Ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari guru yang juga menjabat sebagai kepala sekolahnya pada Rabu (26/9).
Tidak hanya ditempeleng, NR juga dikenakan skorsing yang berlaku 28 September hingga 8 Oktober 2018. “Saya ditempeleng, padahal saya hanya menjawab pertanyaan dari guruku itu,” tutur NR.
Awalnya, menurut NR, dia berencana untuk meminta izin pulang ke rumahnya. Karena rok yang digunakan terkena noda darah. Sebab pada hari kejadian dirinya datang bulan.
“Saya memakai celana training, karena rok saya kotor kena noda. Saya memang lagi berhalangan. Karena itu mau izin sebentar tidak mengikuti praktik di laboratorium. Tapi, belum sempat izin, ibu kepala sekolah sudah menyalahkan saya lebih dulu,” beber NR.
NR mengatakan, RK selaku kepala sekolah awalnya menjelaskan tentang aturan pakaian. Diapun menjawab berdasarkan fakta yang ada.
“Saya kemudian dibilangi tidak punya rasa hormat. Padahal saya hanya mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Saat saya bilang supaya diizinkan pulang dulu, mulutku malah dipukul,” akunya.
Mendapat perlakuan kasar dari kepala sekolahnya, Jumiati Dg Simba, ibu NR keberatan. Jumiati menilai apa yang dilakukan kepsek merupakan tindak kekerasan.
“Apalagi anak kami juga diskorsing selama selama 10 hari. Ini yang kami sayangkan. Harusnya ada cara mendidik yang lebih baik,” kata warga Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa ini.
Karena perlakuan kasar seorang kepsek ini, akhirnya NR dan ibunya mengadukannya ke LPHS Makassar. Ketua LPHS Makassar Djaya Jumain yang menerima laporan itu, mengatakan pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu kasus kekerasan yang disertai sanksi skorsing terhadap NR sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kami berharap kasus ini bisa didamaikan. Dimediasi antara kedua belah pihak. Tapi kami juga harus mendapat klarifikasi dari pihak guru. Yang jelas, pola pendidikan anak di sekolah dengan pendekatan kekerasan bukanlah hal yang bisa dibenarkan,” kata Djaya.
Kepala SMAN 22 Gowa RK yang berusaha dikonfirmasi melalui telepon selular, tidak memberi respons sedikitpun.
Kepala UPT SMA/SMK Wilayah Gowa Andi Ernawati, yang dihubungi terpisah, membenarkan masalah itu. Hanya saja pihaknya mengaku belum bisa memberikan klarifikasi, disebabkan dirinya belum memperoleh penjelasan langsung dari kepala sekolah.
“Iye, maaf adek. Saya belum ada konfirmasi dari kepala sekolah bersangkutan. Saya sudah di lokasi untuk mengklarifikasi dan juga sudah mengundang kedua pihak (kepsek dan siswi) untuk bertemu. Tapi belum ada pertemuan, karena kepsek sampai sekarang belum ada koordinasi dengan saya. Untuk menengahi masalah ini harus memang didengar dari berbagai pihak bukan cuma sepihak,” jelas Ernawati. (sar/rus)



×


Oknum Kepala SMA Diadukan Tempeleng Siswi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar