NESTAPA warga Palu dan Donggala yang menjadi korban gempa dan tsunami, telah memantik rasa solidaritas yang begitu kuat. Makassar sebagai salah satu tujuan mereka untuk mengungsi siap sedia menyambut mereka.
Di hari-hari pertama pengungsian, hanya Asrama Haji Sudiang yang jadi tumpuan untuk lokasi penampungan. Namun, seiring kian banyaknya pengungsi yang berdatangan di Makassar, rasa kepedulian warga kota ini pun tergugah.
Satu persatu dari mereka menyiapkan tempat guna menampung para pengungsi. Mulai dari rumah pribadi, ruko, hingga fasilitas lainnya.
Kesiapan mereka bahkan dibagikan secara viral melalui media sosial WhatsApp. Mencantumkan nama, alamat, nomor kontak yang bisa dihubungi, hingga kesiapan untuk menyambut korban gempa yang tiba di bandara. Termasuk jumlah pengungsi yang bisa ditampung.
Salah seorang warga Makassar yang melakukan hal itu adalah pasangan suami istri HM Yatsir dan Hj Devawati. Mereka menyediakan rumah toko (ruko) miliknya untuk menampung pengungsi korban gempa Palu.
Ruko tersebut berlokasi di Jalan Maccini Raya nomor 142. Bisa menampung 25 orang lebih.
Persiapan pun telah dilakukan pasangan ini untuk menerima tamu ‘khususnya’. Seperti menyiapkan karpet, baju, kipas angin, kompor untuk memasak serta fasilitas lainnya.
”Ada beberapa warga yang tahu saya siap tampung pengungsi dari Palu. Mereka kasih baju-bajunya, sarung, perlengkapan anak-anak. Kalau saya, selain tempat, juga sudah siapkan karpet, kipas angin di lantai satu dan dua. Juga kompor untuk mereka masak nantinya,” ungkap HM Yatsir yang ditemui di kediamannya Jalan Maccini Raya, Selasa (2/10).
Sebenarnya, menurut Yatsir, ruko yang ia siapkan untuk menampung pengungsi ini akan digunakan sebagai tempat usaha. Namun, ia mengurungkan niatnya itu setelah mengetahui ada beberapa penggungsi Palu yang butuh tempat.
“Rencananya mau buka usaha. Tapi itu belum. Dari pada kosong, untuk sementara saya jadikan tempat untuk menampung saudara-saudara kita yang mengungsi dari Palu,” ucapnya.
Ruko yang disiapkan untuk pengungsi ini terdiri dari dua lantai ukuran ukuran 12×6 meter. Yatsir mengaku telah menerima konfirmasi bahwa ada sebanyak 15 penggungsi yang akan datang ke rumahnya saat sore hari, kemarin.
“Sudah ada yang mau datang 15 orang ini. Sore hari ini (kemarin) mereka datang. Kami ikhlas membantu lillahi ta’allah. Selagi kita mampu, kenapa tidak kita membantu saudara yang sedang membutuhkannya,” ujar Yatsir.
Selain Yatsir yang menyiapkan rukonya untuk pengungsi, ada pula Doneto yang berdomisili di Jalan Rajawali. Kapasitas tampungnya kurang lebih 10 orang.
Ada pula Dwi yang beralamat di STTP Gowa, dekat kampus Unhas Gowa menyiapkan 12 kamar untuk para pengungsi. Satu kamar bisa menampung 2-3 orang.
Sementara itu, kurang lebih 100 orang pengungsi asal Palu kini ditampung di TK/SD Akar Panrita Mamminasata, Jalan Kirab Remaja samping kantor LAN Poros Bukit Baruga, Antang. Mereka tiba pada Senin malam (1/10) dengan menggunakan pesawat Hercules.
Pengungsi yang terdiri dari 80 anak dan 35 ibu mereka, hanya mengenakan pakaian di badan. (ita/rus)
Ramai-ramai Siapkan Tempat untuk Pengungsi
×

