JIKA anda yakin bahwa harta yang anda usahakan adalah harta yang baik, lalu anda dengan ikhlas membayar pajaknya, maka tunggulah balasannya. Hal itulah yang dikatakan Misran, tenaga kontrak di Kantor Samsat I Makassar.
Laporan: JUNI SEWANG
Misran yakni bahwa pahala akan senantiasa mengalir dari manapun jika kita ikhlas membayar pajak. Yakinlah bahwa Tuhan akan menyalurkan harta-harta baik itu kepada hal-hal yang baik pula, demikian juga sebaliknya.
Pria 29 tahun ini bertugas sebagai penagih pajak yang lokasinya di Jalan Hertasning.
“Pembangunan akan berjalan jika kesadaran masyarakat akan kewajibannya membayar pajak dilakukan dengan baik. Orang Makassar, bangga bayar pajak dan yang pasti orang yang bijak pasti bayar pajak tepat waktu untuk menghindari denda,” katanya, disela sela kerjanya.
Misran, menuturkan, beberapa upaya yang dilakukannya diantaranya, Samsat bekerjasama bersama stakeholder yang terdiri dari Bapenda Sulsel, kepolisian dan jasa raharja. Sinergi ini dilakukan dengan turun ke lapangan dalam rangka memberikan pelayanan jemput bola ke masayarakat.
Apalagi, kata Misran, mobil Samling yang beroperasi di wilayahnya memberikan layanan pembayaran pajak kendaraan tahunan.
Selain itu, dirinya kerap ikut operasi bersama tertib administrasi kendaraan bermotor, dan patuh pembayaran pajak kendaraan bermotor bersama petugas kepolisian, jasa raharja dan petugas Samsat UPTD.
“Ada juga program bersama door to door, tim penagihan unit pelaksana teknis. Saya juga sering ikut melakukan giat mendatangi langsung ke rumah rumah pemilik kendaraan secara acak,” ucapnya.
Kepada penulis Misran mengaku, bekerja di Samsat I Makassar tentunya banyak hal yang diperoleh seperti pengetahuan baru dan teman baru.
Pimpinan juga, kata Misran, menuntut agar petugas Samsat harus pintar-pintar melakukan jemput bola termasuk memasang gerai atau samsat drive thru.
Tugas yang diamanahkan kepadanya dirasa lebih nyaman, karena di luar kantor lebih mudah bergerak dan lebih nyaman daripada harus berada di dalam kantor.
“Lebih nyaman mana luar kantor atau dalam kantor, semua nyaman, bedanya kena AC dan kena debu saja,” kata Misran sembari becanda.
Warga yang berdomisi di Jalan Mangga Tiga, Paccerakkang ini mengaku belum memiliki rumah sendiri. Ia bersama istrinya menumpang di rumah keluarga.”Sebagai tenaga kontrak, kita harus maksimalkan bekerja agar mendapatkan penilaian baik. Meski kadang menerima caci maki dari wajib pajak jika lama mengantri,” katanya.
Lebih jauh, kata Misran kepada penulis, masih banyak pengguna kendaraan yang ogah atau acuh tah acuh membayarkan pajak kendaraannya, sehingga jika sweeping dilakukan mereka banyak menghindari petugas. Padahal, jika mereka membayar pajak otomatis mereka tidak kesulitan membawa kendaraannya meski petugas melakukan sweeping.”Ada kenderung wajib pajak menghindar ketika petugas datang. Padahal, jika mereka membayar pajak tidak ada lagi hambatan untuk meraktivitas diluar rumah,” katanya. (jun)

