MAKASSAR, BKM — Koordinator Kopertis Wilayah IX Makassar, Prof Jasruddin meminta Pemprov memperjuangkan nasib mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan Anging Mammiri. Kata Jasruddin, nasib mahasiswanya hingga kini belum jelas.
“Status kampusnya ini yang harus diperjelas. Pemprov harus berupaya mencari solusi untuk kampus tersebut demi para mahasiswa yang saat ini masih aktif dalam perkuliahan, jangan sampai statusnya terkatung-katung,” katanya.
Guru besar Universitas Negeri Makassar itu menyarankan agar pemprov mempercepat upaya penggabungan Sekolah Tinggi Kesehatan Anging Mammiri ke Universitas Negeri Makassar demi masa depan ratusan mahasiswa di kampus yang terletak di Jalan Kusuma itu. Apalagi, kata Jasruddin, sebelumnya pemprov menolak menyerahkan Anging Mammiri ke Kemenristek.
“Jangan sampai legalitas ijazah mereka akan bermasalah. Sehingga bagaimana caranya agar Akper tersebut bisa terselamatkan tanpa harus ada yang berhenti di tengah jalan,” tambahnya.
Menyikapi hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengaku, belum mendapat laporan dari Dinas Kesehatan soal masalah tersebut. Namun, dia berjanji akan mencarikan solusinya. Pemprov akan melakukan koordinasi dengan pihak Stikes, dan UNM.”Wah, saya belum tahu. Harus dicarikan solusi kalau begitu, nasib mahasiswa harus kita pikirkan. Jangan sampai ijazah mereka nantinya bersoal lagi,” tutur Nurdin.
Sebelumnya, Kemenristekdikti berencana bakal mengambil alih kampus tersebut. Namun, pihak Pemprov Sulsel juga masih bertahan dan mencari langkah terbaik. Mengingat masih banyak mahasiswa yang berkuliah di Akper Anging Mammiri. Pengambil alihan wewenang ini berdasarkan undang-undang pemerintah daerah tentang kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Dimana salah satu isinya menegaskan, pemprov tidak lagi mengurusi perguruan tinggi, hingga diambil alih oleh pemerintah pusat. Dikhawatirkan, jika diambil alih secara langsung, nasib mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut tidak jelas masa depannya karena bimbang soal legalitas ijazah kedepannya.
Dinas Kesehatan saat ini sementara mengurus semuAproses persuratan dan pengalihan aset rampung dalam waktu dekat, bisa jadi di tahun ajaran ini, UNM sudah bisa membuka pendaftaran untuk Fakultas Keperawatan atau Fakultas Kesehatan.
Sebelumnya, Pembantu Rektor IV Bidang Kerja Sama UNM, Prof Dr Gufran Darma Dirawan mengatakan, sejauh ini, Pemprov Sulsel masih menyusun penyerahannya. Selain itu, masih menunggu surat dari Kementerian Pendidikan Tinggi (Dikti) terkait penyerahan Akper Anging Mammiri ke UNM.
“Mereka masih rapat internal dulu. Kalau semua urusan rampung, mungkin sudah bisa terima mahasiswa tahun ajaran baru ini, ” jelasnya.
Dia melanjutkan, pihaknya juga sementara membicarakan proses peralihan baik terkait mahasiswa, dosen, aset, dan terutama menyangkut mekanisme kelembagaannya.
“Yang paling penting itu terkait penyerahannya. Dari provinsi ke UNM. Inikan sudah lama direncanakan. Sejak tahun 2017. Tapi kendala masalah kelembagaan yang belum ada kesepahaman.
“Masih berproses semua, ” pungkasnya. Saat ini Akper Angin Mammiri memiliki 600 mahasiswa dengan jumlah pengajar 43 orang dan staf 89 orang, 40 orang diantaranya berstatus PNS. Akper Angin Mammiri sendiri sudah terbentuk selama 30 tahun lalu dengan ribuan alumni yang sudah dicetak. (rhm)
NA Cari Solusi Soal Status Akper Anging Mammiri
×

