pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Komitmen Kurangi Jumlah Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID) menyelenggarakan Forum Kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir di Makassar untuk berbagi praktik baik dalam mengurangi kematian ibu dan bayi baru lahir di Sulawesi Selatan.
Perwakilan dari berbagai sektor termasuk Organisasi Masyarakat Sipil (CSO), akademisi, professional bisnis menghadiri sesi ini untuk berbagi praktik terbaik dalam kesehatan ibu dan bayi baru lahir, serta berbagi pengalaman dalam menggunakan sumber daya yang ada di Sulawesi Selatan.
Forum ini diselenggarakan oleh USAID melalui program USAID Jalin, sebuah program yang mengkatalisasi jejaring pemangku kepentingan untuk mengatasi faktor-faktor penting yang berdampak buruk pada kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
Di provinsi Sulawesi Selatan, setiap minggunya, 2 ibu dan 16 bayi baru lahir meninggal dan kebanyakan meninggal karena penyebab yang sebenarnya dapat dicegah. Provinsi ini merupakan salah satu provinsi penyumbang jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir terbesar di Indonesia. Faktor seperti kualitas dan akses terhadap layanan kesehatan berkontribusi terhadap kematian tersebut.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017, menunjukkan terdapat 115 kasus kematian ibu dan 817 kematian bayi baru lahir. Dan enam kabupaten dengan jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi adalah: Gowa, Bone, Bulukumba, Jeneponto, Sinjai dan Pangkep.
Di antara 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, Kabupaten Bantaeng memiliki jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir paling rendah selama dua tahun terakhir ini. Dalam forum tersebut, Ir Hj Liestiaty F Nurdin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng berbagi praktik baik di kabupaten tersebut, dimana sektor swasta dilibatkan untuk usaha menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir. Contohnya, Dinas Kesehatan Bantaeng bekerjasama dengan sektor swasta melalui program Brigade Siaga Bencana. Program ini salah satunya menyediakan ambulance yang dapat memberikan penanganan pertama saat keadaan darurat. Dengan ini, semakin banyak hidup ibu dan bayi baru lahir terselamatkan.
Permasalahan dalam bidang kesehatan membutuhkan kerjasama berbagai sektor. Berbagai riset menunjukkan bahwa ada tiga area yang dapat membantu menurunkan kematian ibu dan bayi baru lahir, yaitu sistem rujukan, memperluas jangkauan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan layanan kesehatan yang berkualitas (quality of care).
Mark McGovern, Konsul Jenderal Amerika mengatakan, “Cara paling efektif untuk menyelamatkan nyawa lebih banyak ibu dan bayi baru lahir adalah semua pemangku kepentingan bersatu memperjuangkan kesehatan mereka. Termasuk dengan menambah solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan berbasis bukti-bukti ilmiah serta praktik yang terbaik. Seperti pengalaman yang dibagikan oleh kabupaten Bantaeng hari ini. Pemerintah Amerika Serikat sangat bangga bisa memfasilitasi proses ini melalui program USAID Jalin. Kami berharap bahwa forum ini bisa menjadi awal kolaborasi dan bisa diulang di kota-kota dan kabupaten-kabupaten di Indonesia.”
Selama lebih dari 20 tahun, Indonesia dan Amerika Serikat telah berkolaborasi untuk masalah kesehatan ibu dan bayi. Upaya-upaya baru ini berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan sistem rujukan, memahami data untuk dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata dan mengindentifikasi kesenjangan dalam data yang data. Semua ini memberikan masukan dalam perencanaan untuk mengurangi kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia dan membantu mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. (pap)



×


Komitmen Kurangi Jumlah Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar