pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Honor Satu Orang TP2D Rp5 Juta

MAKASSAR, BKM — Gaji untuk 44 orang anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) bentukan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mulai dibayarkan bulan ini. Setiap anggota tim menerima honor bervariasi mulai Rp4 juta sampai Rp5 juta.

Tim tersebut sudah bertugas selama sebulan membantu Prof Andalan melakukan sinkronisasi, pendampingan, dan mengawal programnya agar terakomodir dalam APBD dan RPJMD.
Untuk TP2D bersama staf ahli yang jumlah keseluruhan 44 orang, gubernur menyiapkan anggaran untuk pembayaran honor yang tidak sedikit.
Tahun ini, pembayaran honornya diakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017.
Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang dan Jasa mengusulkan tambahan anggaran Rp800 juta untuk tunjangan kerja 44 anggota tim. Informasi yang diperoleh BKM, honor setiap anggota berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta. Honor itupun mulai dibayarkan Oktober ini.
Salah seorang anggota TP2D, Jayadi Nas, tak ingin berkomentar banyak soal honor yang diberikan untuk anggota tim.
Meskipun dia tak menampik, jika semua tentu butuh operasional. Hanya saja, sejauh ini para akademisi yang ada belum sama sekali membicarakan soal hal tersebut.
“Kami fokus membantu Pak Gubernur dan Wakil Gubernur. Teman-teman terbagi habis ke OPD untuk melakukan pendampingan,” ungkapnya mengelak.
Dia melanjutkan, saat ini, TP2D banyak pekerjaan. Mulai pembahasan RPJMD, APBD, KUA PPAS untuk pokok 2019.
“Itu lagi diseriusi sekarang. Kita lagi merapatkan bagaimana postur anggaran dengan mencoba memaksimalkan bagaimana supaya APBD kita lebih banyak bersentuhan dengan kegiatan kepentingan publik,” jelasnya.
Terkait honor, lanjut dia mengaku belum membicarakan.
“Bagi kita semua orang butuh uang akan tetapi yang terpenting apa yang kita kerjakan. Kita belum pernah membicarakan soal itu, bahkan hampir tidak pernah dibicarakan,” tegasnya.
Dia menekankan, sekarang dirinya harus fokus bekerja ketimbang menuntut karena standar yanh ditetapkan gubernur dan wakil cukup tinggi.
Sebelumnya, Nurdin mengatakan, tugas TP2D yang beranggotakan 15 profesor ini tak main-main. Mengawal progamnya, hingga melakukan evaluasi. Termasuk memastikan semua programnya berjalan maksimal.
Selain profesor, ada pelibatan akademisi bergelar doktor. Sebanyak 13 akademisi bergelar dokter juga dia libatkan di tim ini. Semua punya keahlian di bidang-bidangnya dan akan mendampingi OPD sesuai keahlian mereka.
“Tanggung jawab mereka besar. Mendampingi OPD, selain ini sinkronisais progam antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Tak ada lagi yang berjalan sendiri,” bebernya.
Setiap program prioritas yang dia canangkan, semuanya akan diolah di TP2D. Makanya Nurdin sengaja memberi target khusus untuk beberapa bidang, ada infrastruktur, energi, hingga bidang lain yang menjadi fokus programnya. Tim ini pun tak akan berubah. Kata Nurdin selama lima tahun pemerintahan periode pertamanya, tim ini akan terus berkoordinasi dengan OPD setempat. “Mulai jajaran staf hingga jajaran asisten di pemprov,” tambahnya.
Nurdin pun berharap OPD bisa kerja ekstra. Tak terganggu, melainkan bisa bekerja lebih baik dengan adanya pendampingan TP2D dan tenaga ahli.
Target 100 hari pun telah dia berikan. Menurutnya, ini menjadi target awal kepala OPD guna memastikan program Nurdin Abdullah berjalan optimal. Sekaligus menjadi evaluasi. (rhm)



×


Honor Satu Orang TP2D Rp5 Juta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar