pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Meski Produksinya Sedikit Pemesannya Hingga ke Palopo

KALA masih banyaknya rumah panggung yang berdiri kokohmenggunakan kayu, tirai bambu begitu cukup diminati oleh masyarakat. Tujuannya menghalau panas sinar matahari yang masuk ke dalam rumah. Saat itu, penjual tirai bambu seperti Ramli menjadi idola bagi kalangan ibu-ibu.

Laporan: NUGROHO

Saat ini keberadaan rumah panggung sudah semakin sedikit di Makassar. Meski begitu ternyata masih ada saja yang mencari tirai bambu. Selain sebagai fungsinya menghalau panas matahari, saat ini tirai bambu juga digunakan sebagai hiasan dan estetika rumah.
Tirai bambu dulunya amat mudah didapat di Jalan Andi Tonro, Makassar. Sepanjang jalan itu sekitar 15 tahun lalu berderet para penjual tirai bambu. Namun kini tinggal satu atau dua penjual saja.
Salah satu penjual tirai bambu yang masih eksis hingga kini adalah tempat milik Ramli. Ramli hingga kini masih menjual tirai bambu. Ia sudah sudah 20 tahun berjualan tirai bambu. Sampai saat ini, ia masih melestarikan usahanya, usaha yang hingga saat ini menghidupi keluarganya.
Ramli saat ini tinggal di Jalan Andi Tonro, sama dengan tempat jualannya. Ia tinggal bersama istrinya yang bernama Nining dan lima anaknya. Selama kurang lebih 20 tahun, Ramli menghidupi dan menyekolahkan senua anaknya ini dari hasil jual tirai bambu.
Berbagai macam tirai bambu yang dijualnya. Ada yang terbuat dari kulit bambu, ada juga yang terbuat dari isi bambu. Ukurannya juga berbeda. Ada yang ukuran 2,5 meter, 2 meter, dan 1,5 meter.
Harganya juga beda-beda, tergantung ukurannya. Ada yang Rp 270 ribu, itu yang ukuran 2,5 meter. Yang Rp 200 ribu itu ukuran 2 meter, ada juga Rp 100 ribu yang ukuran 1,5 meter. Itu yang terbuat dari isi bambu, beda kalau yang dari kulit bambu. Kalau yang terbuat dari kulit bambu, lebih mahal. Yang ukuran 1,5 meter saja harganya Rp 175 ribu.
“Yang kulit jelas lebih mahal. Lebih susah ki dibuatnya, lebih kuat juga,” kata Ramli.
Walaupun diakui Ramli peminat tirai bambu telah menurun, namun hingga saat ini masih ada saja yang meminatinya. Bahkan peminatnya bukan hanya di Makassar saja. Melainkan sampai saat ini masih ada yang meminati sampai di luar Makassar.
Beberapa pembeli di tempatnya, dikatakan Ramli masih ada yang berasal dari Takalar, bahkan dari Palopo. Mereka semua sengaja memesan di tempatnya. Kadang ada yang datang langsung, kadang juga meminta untuk dikirimkan saja.
“Kalau dulu memang banyak yang pesan dari luar, Alhamdulillah sekarang juga masih ada ji yang pesan dari luar. Dari Takalar ada, kemarin juga sempat ada yang pesan dari Palopo,” kata Ramli.
Bahkan dikatakan Ramli, selain membeli eceran, ada juga beberapa orang yang memesan banyak. Dikatakannya memang ada beberapa orang diluar Makassar yang menjualnya kembali, dengan memesan dari tirai bambu buatannya.(nug/b)



×


Meski Produksinya Sedikit Pemesannya Hingga ke Palopo

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar