MAKASSAR, BKM–Banyaknya moda transportasi baik mobil maupun kendaraan roda dua berbasis dalam jaringan (daring) di dalam Kota Makassar, membuat jasa angkutan umum petepete kian hari makin berkurang dan sepi penumpang.
Situasi ini menjadikan petepete sudah tidak bisa lagi bersaing dengan transportasi yang sering disebut online, seperti ketepatan waktu dan juga bisa menyiasati kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Mario membenarkan jika petepete saat ini sudah mulai berkurang.
Menurut Mario ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut. Baginya, kehadiran transportasi online memberi pengaruh besar dalam berkurangnya petepete ini. Beberapa penumpang petepete yang dulunya setia menggunakan transportasi ini, kini banyak yang beralih ke transportasi online.
Bukan hanya penumpangnya saja, beberapa sopir petepete pun dikatakan Mario juga banyak yang hijrah menjadi sopir transportasi online.
“Berkurang, karena penumpang petepete ini banyak yang beralih ke online sekarang. Banyak juga sopir petepete yang beralih ke online. Terus juga rata-rata mereka punya kendaraan sudah lama,” kata Mario, Senin (22/10).
Adapun jumlah pete-pete selama ini hanya 4.100 unit di Makassar. Namun dikatakan Mario, saat ini hanya ada sekitar 2.000an saja yang masih beroperasi.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan, secara alamiah ia meyakini suatu saat nanti petepete memang akan ditinggalkan oleh masyarakat. Karena semakin lama, eksistensi petepete nantinya akan tergantikan secara penuh oleh transportasi online.
Makanya, Danny mengatakan, jika idenya tentang Petepete Smart adalah solusi yang tepat dalam menangani permasalahan ini. Baginya, petepete smart inilah yang nantinya bisa bersaing dengan transportasi online.
“Secara alamiah, petepete akan ditinggalkan masyarakat, karena ada Gojek dan Grab. Itulah alasannya saya mau buat pete-pete smart, supaya pete-pete tidak punah. Kalau pete-pete smart jalan, Insyaallah mereka terlindungi dengan itu, mereka bisa bersaing dengan online,” jelas Danny, kemarin.
Terpisah, anggota Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil berharap, adanya penambahan transportasi massal yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ide Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menciptakan Petepete Smart menjadi salah satu contohnya.
“Sekarang ini memang perlu adanya penambahan moda transportasi massal yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagai representatif bepergian tanpa menggunakan kendaraan pribadinya,” kata Mudzakkir.
Selain itu tambah Mudzakkir, perlu adanya strategi-strategi menghadapi tantangan kompetisi persaingan bisnis menghadapi transportasi daring yang semakin ramai. Sehingga transportasi konvensional massal bisa tetap hadir dan tidak diparkirkan.
“Semakin berkurangnya petepete karena pendapatan pemilik kendaraan konvensional itu berkurang dampak dari hadirnya dan makin ramainya angkutan daring. Izin operasional pete-pete juga sudah banyak mati dan tidak lagi diperpanjang. Itulah kenapa jumlahnya berkurang dan memang perlu ada angkutan massal seperti pete-pete smart,” tambahnya. (nug-arf)

