MAKASSAR, BKM–Beberapa tahun beroperasi, Bus Rapid Transit (BRT) tidak menunjukkan perkembangan. Sejumlah trayek yang dibuka sepi penumpang.
Damri selaku pengelola tidak bisa berbuat banyak. Termasuk Dinas Perhubungan Sulsel selaku instansi terkait.
Melihat kondisi yang terjadi saat ini, Dishub mengusulkan agar pengelolaan transportasi massal itu diserahkan ke Perusda Sulsel.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar, mengatakan dirut perusda sebelumnya sudah menolak. Makanya dia berencana menawarkan ini ke direksi yang sekarang ini.
Menurutnya pengelolaan BRT oleh Perusda Sulsel dinilainya bisa lebih baik. Seperti di daerah lain, seperti Jakarta. Trans Jakarta dikelolan oleh BUMD milik Pemprov DKI.
“Haris Hody sebelumnya menolak. Makanya kami akan tawarkan lagi untuk dikelola, direksi perusda yang baru. Saat ini pengelolaan BRT masih di bawah DAMRI,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Pejabat Sementara (Pjs) Dirut Perusda Sulsel, Taufik Fachruddin mengatakan, pihaknya siap mengelola itu. Unit Tansportasi akan menjadi bagian dari Perusda Sulsel yang segera menjelma menjadi perusahaan holding.
Kata dia, rancangan pengelolaan BRT ini cukup potensial. Apalagi BUMD di daerah lain juga banyak yang mengelola transportasi, hasilnya pun maksimal.
“Awalnya saya tidak melirik. Tetapi ini untuk kepentingan umum,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (26/10).
Sebetulnya mereka berfikir untuk profit oriented. Hanya saja, ada unsur kepentingan umum lantaran berkaitan dengan transportasi massal. “Kami sampaikan ke gubernur, jika ada arahan kami siap jalankan,” tambahnya. (rhm)
Dishub Usulkan Pengelolaan BRT ke Perusda
×

