MAKASSAR, BKM — Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Sulsel dinilai tidak becus menangani pengungsi Palu saat berada di Makassar.
Penilaian tersebut dikatakan anggota Komisi VIII DPR RI, Faichrul Muna di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Bahkan Faichrul menegaskan, pengungsi merupakan korban bencana alam. Bukan bencana sosial. Namun kenapa semuanya diserahkan ke Dinas Sosial.
Legislator Partai Nasdem itu mengaku menerima laporan dari Kementerian Sosial yang turun langsung ke Asrama Haji memantau pengungsi, beberapa waktu lalu.
“Ini yang kami kritik, kenapa BPBD di Sulsel terkesan lepas tangan, mestinya dia yang paling depan untuk menangani ini karena korban bencana alam,” kata Faichrul, di Kantor Gubernur Sulsel, Minggu (4/11).
Padahal, kata Faichrul dana dekonsentrasi bencana yang melekat di OPD bisa membantu. Namun, tak terserap. Hal ini pun bisa menjadi rekomendasi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat untuk dievaluasi.
“Dinsos saja habis-habisan loh. Tentu, kita rekomendasikan ke BNPB. Ternyata dana ini tidak terserap. BPBD disini memperihatinkan, tidak maksimal,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Sulsel Syamsibar menilai pihaknya sudah maksimal melakukan penanganan. Mulai dari dapur umum hingga kebutuhan pengungsi lainnya. Bahkan menjemput dan mengantar pengungsi ke lokasi pengungsian di beberapa tempat.
“Dapur umum saja kami buat, walaupun nomenklaturnya di Dinsos tapi ndak enak kalau saya tanggapi. Tapi bagi kami sudah maksimal, adapun beberapa pihak menilai kami tidak bekerja,” tandasnya.
Dari data Dinas Sosial Provinsi Sulsel per 31 November, jumlah pengungsi yang masuk di Sulsel mencapai 3.641 orang dan sudah kembali 3.518. Saat ini masih ada 123 pengungsi yang masih ada di Sulsel.
Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Ilham A Gazaling, para pengungsi itu sudah pulang semua ke Palu. Pada Sabtu (3/11), sebanyak 123 pengungsi yang tersisa di Asrama Haji Sudiang sudah kembali ke daerah asal.
“Sabtu sudah pulang semua,” singkat lelaki yang akrab disapa Andi Ille itu. (rhm)

