MAKASSAR, BKM–Dinilai belum maksimal, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mulai mengkritisi keberadaan Program Badan Usaha Lorong (BuLo). Program andalan Pemerintah Kota Makassar ini belum berjalan maksimal.
Padahal, cita-cita dari program yang berada di lorong-lorong Makassar, bagaimana masyarakat di lorong bisa menghasilkan beberapa produk tani seperti cabai dan sayur mayur sehingga mampu dijual.
Menurut Danny sapaan akrab wali kota, produktifitas BuLo saat ini masih di angka 10 persen dari 500 lorong yang telah dibina. Sementara anggaran yang telah dihabiskan mencapai Rp5 miliar.
Menyikapi kritikan dari wali Kota, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sri Sulsilawati mengaku, jika itu wajar saja terjadi. Karena program BuLo masih dalam tahap awal. Tak semua masyarakat bisa dan mau melakukan program secara berkelanjutan.
Menurutnya, melakukan penyuluhan kepada masyarakat yang tak pernah menyentuh pertanian tidaklah mudah. Apalagi mengubah pola pikir untuk mau menanam.
“Kita ini melatih dari nol. Bukan petani yang tinggal fokus ke produksi. Setidaknya kita memulai dan tidak semua gagal. Memang kalau memulai pasti tidak semua berhasil,” katanya.
Namun, untuk lorong yang produktif justru menuai hasil yang maksimal. Beberapa yang berhasil, kata Sri. Bahkan sudah memasarkan produknya hingga ke toko swalayan.
“Kita kerjasama dengan Giant, Hypermart, hasilnya warga langsung dijual kesana,” sebut Sri.
Bahkan Bank Indonesia pun dikatakannya telah melirik untuk turut bergabung dalam program pembinaan BuLo ini.
“BI pun bekerjasama dengan kita karena melihat program ini memberikan manfaat besar. Kita juga mendapatkan penghargaan TPID Award berkat inovasi BuLo yang memang menyentuh dan memberdayakan masyarakat,” terangnya.
Sri menambahkan, peran Organisasi Perangkat Daerah lainpun juga sangat penting. Ada 20 OPD yang bekerjasama untuk pembentukan BuLo tersebut.
“Memang harus bersinergi semua. Kami dinas ketahanan pangan sudah menjalankan sesuai tupoksi kami yaitu penyuluhan. Kelanjutannya, ke OPD lain,” terangnya.
Tahun ini, akan ada 100 lorong yang kembali dibina menjadi BuLo. Anggaran yang digelontarkan mencapai Rp700 Juta.
Hal senada dikatakan Kepala Seksi Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Ferdy Mochtar. Menurut Ferdy, akan ada 50 penyuluh yang membina 20 Kepala Keluarga. Target penanaman 750 pohon cabai.
“Intinya target pencapaian produksi kita ada yang bisa ditimbang dan dijual. Harus ada profit karena Ini kan pakai uang negara,” jelasnya.(nug/b)

