pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jelang Maulid Harga Telur Merangkak Naik

MAKASSAR, BKM– Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Makassar mengalami lonjakan harga jelang perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang jatuh pada Selasa, (20/11). Kenaikan harga telur mulai terjadi sejak Senin, (12/11) lalu.
Dari hasil pantauan harga di Pasar Panakkukang, rata-rata harga telur sudah mulai naik di kisaran hingga Rp3.000. Harga telur sebelumnya hanya sebesar Rp38.000 sampai Rp39.000 per rak naik sebesar Rp42.000 sampai Rp43.000 per raknya.
Kenaikan harga telur ini diprediksi berakhir satu minggu usai perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sesuai harga yang didistribusikan produsen telur dari daerah-daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Haji Muhajir, penjual telur di Pasar Panakkukang kepada BKM mengatakan, kenaikan harga telur sudah terjadi di awal minggu ini. Dan itu terjadi karena harga telur dari daerah juga mengalami kenaikan ditambah lagi ramainya pesanan.
“Bukan kali pertama terjadi kenaikan harga telur jelang perayaan maulid. Hampir setiap tahun ini terjadi karena banyak pesanan dan harga yang ditawarkan produsen di daerah juga naik. Naiknya harga sebesar Rp3.000 jadi sekarang harga telur dari Rp42.000 sampai Rp43.000 per raknya,” sebut Muhajir, Kamis (15/11).
Meski terjadi kenaikan harga lanjut Muhajir, tetap saja konsumen banyak mampir membeli telur ayamnya bagi mereka yang ingin merayakan maulid nabi. Lagi pula, kenaikan harga telur tahun ini tidak signifikan dari kenaikan harga tahun sebelumnya.
“Tetap masih banyak konsumen beli telur apalagi mereka yang ingin merayakan maulid. Tahun lalu naiknya cukup tinggi masih ramai, dan semoga tahun ini juga rami dan kalau harga telur dari daerah sudah turun segera pasti kami turunkan juga,” tutupnya.
Penjual telur lainnya, Hajrah juga mengatakan naiknya harga telur tahun ini tidak begitu tinggi dari pada lalu. Tahun ini, kenaikan harga telur sebesar Rp3.000 sesuai harga yang diterima dari daerah.
“Saya ambil telur di Bili-bili, Gowa. Saya ambil telur juga dengan harga tinggi jadi pasti ada kenaikan harga dan ini tidak begitu tinggi dari tahun sebelumnya. Seminggu usai maulid biasanya kembali normal dan harga sudah turun,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Makassar, Ikhsan mengatakan, jika kenaikan yang tak terlalu signifikan beberapa bahan pokok saat ini dianggapnya masih wajar. Karena kenaikannya masih dianggap rendah, belum mencapai batas wajar kenaikan harga.
Ia menambahkan, kenaikan harga ini adalah hal yang biasa. Karena setiap ada perayaan hari-hari raya seperti Maulid Nabi dan sebagainya, pasti kebutuhan akan bahan pokok meningkat. Jadinya stok barang akan berkurang dan kenaikan harga tak dihindarkan.
Selain karena menjelang perayaan Maulid Nabi, Ikhsan juga menambahkan, kenaikan seperti misalnya cabai yang terjadi saat ini, juga dipengeruhi oleh faktor cuaca.
“Kita mesri pahami, menjelang hari-hari raya harga biasanya naik, karena kebituhan meningkat. Selain itu, saat ini juga kan sudah mulai hujan, otomatis harga seperti cabai juga akan semakin naik,” katanya.
Yang penting ditambahkan Ikhsan, kenaikan harga tidak mencapai 30 persen dari harga normal. Karena jika sampai kenaikan hingga 30 persen, Disdag akan memberikan sanksi berupa teguran kepada para pedagang.
“Kalau sampai ada kenaikan diatas 30 persen, tentu kita akan melakukan pantauan khusus. Kita akan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan KPPU. Kita pasti beri sanksi. Selama ini sanksi yang kita berikan berupa teguran,” jelasnya.(arf-nug/war/c)



×


Jelang Maulid Harga Telur Merangkak Naik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar