MAKASSAR, BKM– Pohon tumbang di musim hujan patut diwaspadai seluruh warga Kota Makassar. Seringkali, kasus pohon tumbang terjadi kala musim hujan. Sepanjang Januari sampai November 2018, kasus pohon tumbang yang terjadi sebanyak 91 kasus.
Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar meminta ke Pemerintah Kota Makassar melakukan upaya preventif di dalam menghadapi musim hujan serta pohon tumbang.
Anggota Komisi A Bidang Hukum Pemerintahaan DPRD Kota Makassar, Irwan Djafar mengatakan, pemerintah kota harus segera turun melakukan upaya pencegahan terjadinya pohon tumbang saat musim hujan. Apalagi tahun-tahun sebelumnya cukup banyak terjadi pohon tumbang di Makassar.
“Harus ada pencegahan dilakukan dari pemerintah kota melalui dinasnya. Pencegahannya yang dapat dilakukan bisa dengan memangkas pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang. Sehingga tidak ada korban tertimpa pohon di jalanan,” kata Irwan, Selasa (20/11).
Sangat penting bagi Irwan, semua pohon kayu tua yang keropos dan lapuk dipotong. Itu dilakukan agar pohon-pohon tidak tumbang saat terjadi angin kencang saat hujan. Dan kontrol ini harus aktif dilakukan khususnya menghadapi musim hujan tahun ini.
Menyikapi komentar anggota legislatif DPRD Makassar, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Bahar Cambolong mengatakan, pohon tumbang di saat musim hujan menjadi perhatian serius bagi dinasnya. Salah satu yang aktif dilakukan adalah memangkas pohon-pohon kayu lapuk di semua wilayah di Makassar.
“Pemangkasan ini sudah kami lakukan sejak 2017 lalu jadi tentu kami harapkan tidak ada lagi pohon kayu tumbang di Makassar. Kalaupun ada, paling satu atau dua. Namun kembali lagi semoga tidak ada terjadi pohon tumbang apalagi sampai memakan korban,” sebutnya.
Sepanjang tahun 2018 ini, data sementara kasus pohon tumbang di Makassar jumlahnya jauh lebih sedikit dari tahun 2017. Dari Januari sampai November 2018, pohon tumbang yang terjadi hanya 91 kasus. Sementara di 2017 terjadi 204 kasus sejak Januari sampai Desember.
“Kami harapkan sampai Desember tahun ini kasus pohon tumbang sedikit. Karena ada beberapa titik wilayah yang banyak pohon besar lapuknya itu sudah kami tebang atau pangkas,” tambahnya.
Meski demikian, Barcam menyebut masih ada empat wilayah masih memiliki pohon kayu tua. Adalah Jalan Monginsidi, Jalan Cendrawasih, Jalan Bandang dan di Jalan Perintis. Mayoritas poho jenis tarmbesi, mahoni, dan angasana di wilayah tersebut masih beridiri di jalan tersebut.
“Kami imbau masyarakat waspada pohon tumbang saat musim hujan. Jangan parkir kendaraan di bawah pohon diwaktu seperti sekarang dan ketika hujan. Sementara kami terus turunkan tim melakukan pemangkasan pohon yang kami anggap membahayakan dan rawan,” tutupnya. (arf)

