MAKASSAR, BKM–Puluhan siswa boarding SMAN 17 Makassar mulai mengikuti aktivitas belajar, Rabu (21/11), pasca mengalami keracunan yang diduga dari makanan, Jumat (16/11) lalu.
Meski begitu, para siswa masih tampak kecewa dengan pengelolaan makanan di sekolah tersebut.
Salah satu siswa yang menjadi korban, Resky Dwi Deswita mengatakan, jika dirinya telah dirawat sejak Jumat lalu hingga Senin (19/11) di Rumah Sakit Awal Bross Makassar. Akibatnya memakan makananan catering yang diberikan pengurus asrama.
“Pas sudah makan nasi goreng catering yang dikasihkan ki, langsung k lemas, sakit kepala, terus muntah-muntah. Sudah itu dibawa ma ke rumah sakit, diopname,” katanya.
Resky mencurigai makanan itulah penyebabnya. Karena pada saat yang bersamaan, ada 20 temannya yang lain juga menderita hal yang sama. Namun ada yang hanya dirawat jalan, ada juga yang sampai dirawat inap seperti dirinya.
Korban lainnya yang hanya mendapat rawat jalan, Anugrah Haidir mengatakan, jika dirinya juga mencurigai makanan tersebutlah yang menjadi penyebabnya.
Sebab sebelum kejadian ini, tak pernah ada kejadian serupa sebelumnya. Hal ini dikatakan Anugrah setelah adanya pergantian kepengurusan asrama.
Anugrah menambahkan, saat kepengurusan sebelumnya, makanan untuk para siswa boarding disajikam dalam bentuk prasmanan. Jadi siswa bisa memilih sendiri makanan yang ingin dia makan. Sedangkan setelah kepengurusannya diganti, pemberian makanan diberikan secara langsung.
“Sejak pergantian kepengurusan memang ndak prasmanan lagi mi. Dan semenjak catering ini pi baru ada kejadian begini. Tapi setelah kejadian ini, selanjutnya na ubah ki lagi sekarang jadi prasmanan. Kita juga memang sukanya prasmanan, ndak kayak yang kemarin,” jelas Anugrah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 17 Makassar, Syamsuddin mengatakan, jika dirinya belum bisa mengambil kesimpulan apakah kejadian tersebut disebabkan karena keracunan makanan. Karena dikatakan Syamsuddin, semuanya masih diteliti oleh Balai POM hingga saat ini.
“Belum bisa diambil kesimpulan apakah keracunan makanan. Masih diteliti sampai sekarang dari pihak balai POM. Kita masih menunggu juga,” kata Syamsuddin.
Syamsuddin pun menambahkan, baru akan mengambil keputusan selanjutnya jika semua pemyebabnya telah diketahui.(nug/war/c)

