MAKIN mudah dan murahnya teknologi cetak digital dengan printer warna membuat usaha percetakan makin mudah dilakukan. Siapa pun bisa membuka usaha percetakan asal punya koneksi dan segmen pasar yang jelas, termasuk Ahmad Fadli Taufik yang tetap bertahan dalam bisnis ini.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Bahkan sesaknya persaingan usaha percetakan tak membuat Ahmad Fadli surut langkah. Meski sempat sunyi beberapa tahun lalu, ia mampu bertahan menghidupkan bisnis percetakannya.”Selama masih ada acara, prospek bisnis percetakan masih ada,” ujar Ahmad Fadli.
Bisnis percetakan saat ini memang sudah berkembang semakin pesat, apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju saat ini. Apalagi, tahun 2018-2019 ini disebut-sebut sebagai tahun politik. Terkhusus di Sulsel, ini bisa menjadi ajang untuk bagaimana menumbuhkan perekonomian.
Owner dari Padaidi Screen Printing Makassar mengatakan, tahun 2018 usaha yang laris adalah usaha percetakan bahkan bisnis ini bisa dijalankan lewat online. Bahkan usaha ini lebih banyak permintaan pemesanan melalui online.
“2018 adalah tahun politik jadi usaha yang akan laris di tahun tersebut adalah usaha yang menyediakan perlengkapan kampanye, seperti digital printing, kaos partai, usaha marchendise PIN/gantungan kunci. Karena sekarang banyak permintaan itu melalui pesanan online, jadi tinggak diantarkan saja,” ungkapnya saat ditemui ditokonya, kemarin.
Apalagi, pelaksanaan pemilihan legislatif yang akan digelar di tahun 2019 mulai memberikan dampak terhadap usaha-usaha percetakan. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, usaha ini juga mendapatkan imbas dengan peningkatan pemesanan hingga menembus hingga 30 ribu eksemplar kalender, sama dengan foto, baliho, spanduk dan lain-lain.
“Tidak susah sekarang karena tahun politik ini biasanya tim atau calegnya tinggal pesan melalui WA atau DM Instagram. Saat ini, sudah mulai banyak pesanan dari caleg-caleg. Mereka sudah mulai membuat perangkat-perangkat kampanye,” tuturnya.
Ia memperkirakan jika modal yang dikeluarkan untuk biaya produksi sebesar Rp40 juta perbulan, maka dari pesanan sebulan itu, ia mendapatkan pendapatan bersih sebesar Rp20-50 juta lebih dan jika setahun menembuh Rp240 juta hingga Rp1 milliar.
Didepan penulis ia menambahkan, sejak dua minggu terakhir ini pesanan para calon legislatif yang akan bertarung pada pileg 2019 mendatang mulai ramai melalui pesanan online. “Untuk buka bisnis ini sangat menjanjikan, saya buka awal 2003 sekarang sudah seperti ini padahal modal saya dulu itu hanya Rp60 juta. Sekarang sudah seperti ini punya karyawan banyak dan pendapatan sebulan itu bisa tembus Rp200 juta sebulan,” bebernya.(ita)

