pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Yayasan Gema Gelar Kampanye di Hari Relawan

MAKASSAR, BKM– Menyambut Hari Relawan Internasional yang jatuh pada 5 Desember, (hari ini), Yayasan Gemma Nine (YGN) melaksanakan kegiatan kampanye kesadaran (awareness campaign) bagi seluruh pemangku kepentingan tentang pentingnya pengurangan resiko bencana (disaster risk esduction).
Ketua Yayasan Gemma Nine, Cakra Achmad mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian bantuan kemanusiaan yang dilaksanakan sejak tanggal 2 Oktober lalu di lokasi bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) kemarin. Kegiatan kampanye ini dilaksanakan sejak tanggal 28 November 2018 hingga 5 Desember di Benteng Fort Rotterdam, Makassar.
“Kegiatan ini dikemas dalam bentuk materi informasi, edukasi dan kampanye melalui pameran karya fotografi, pemutaran film dokumenter dan Focus Group Discussion tentang pengurangan risiko bencana. Upaya ini merupakan gong pembuka dicari relawan yang cerdas dan beretika untuk disaster literacy,” ungkapnya di Benteng Rotterdam, Selasa (4/12).
Cakra memaparkan, literasi bencana adalah pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap individu dalam mengambil keputusan yang rasional untuk menentukan tindakan dalam berbagai situasi. Literasi tentang hal ihwal kebencanaan bagi seluruh elemen pemangku kepentingan perlu dianggap sebagai investasi bangsa Indonesia, khususnya bagi institusi dan komunitas di wilayah yang rawan bencana.
Mengingat persoalan manajemen penanggulangan bencana adalah persoalan yang kompleks yang tidak dapat diserahkan semata-mata hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, institusi atau badan pemerintah saja.”Persoalan seperti evakuasi, distribusi logistik, bantuan medis, manajemen kamp pengungsian, transportasi hingga permasalahan koordinasi antar stakeholder dan penanganan dampak psikososial pascabencana, menjadi tantangan di masa tanggap darurat di setiap lokasi bencana di manapun di dunia,” jelasnya.
Belum lagi, berbagai permasalahan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, misalnya permasalahan mekanisme dan ketersediaan anggaran, birokrasi dan limitasi regulasi, kapasitas SDM, relokasi pengungsi, durasi pembangunan hunian, sampai dengan persoalan pemulihan pendapatan dan ekonomi masyarakat terdampak.
“Semua itu, membutuhkan perencanaan yang sangat baik, sesuai dengan target dan sasaran yang ditetapkan seperti Gempa bumi, tsunami, longsor, banjir bandang, gunung meletus, angin puting beliung, kebakaran hingga likuifaksi telah terjadi di Indonesia,” ujarnya.
Lahirnya UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana merupakan fase baru kehidupan bangsa, yang seharusnya menjadi acuan bagi semua pihak dalam meningkatkan literasi bencana. Momentum peringatan Hari Relawan Internasioal yang dirayakan tanggal 5 Desember setiap tahun, seharusnya dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, untuk melakukan penguatan terhadap literasi tentang hal ihwal kebencanaan.
“Hal ini sejalan dengan agenda PBB tahun 2015-2030 yang dituangkan dalam Sendai Framework atau Kerangka Kerja Sendai, yang salah satunya menempatkan relawan sebagai pemangku kepentingan kunci dalam peningkatan pemahaman terhadap risiko bencana. Pemahaman tentang risiko bencana merupakan elemen kunci dalam pengembangan model komunikasi, konten dan media dalam usaha meningkatkan literasi bencana,” tutupnya. (ita)



×


Yayasan Gema Gelar Kampanye di Hari Relawan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar